
Sekelompok imigran dibawa oleh penjaga perbatasan Spanyol menuju Pelabuhan Arguineguin di Pulau Gran Canaria, Spanyol pada Sabtu (21/10). (Sumber: REUTERS/Borja Suarez)
JawaPos.com - Spanyol pada Kamis (26/10) mengatakan akan menyediakan akomodasi darurat tambahan bagi 3.000 migran tidak berdokumen di barak militer, hotel, dan hostel di tengah lonjakan kedatangan melalui laut sebesar 55% tahun ini, yang telah memicu ketegangan politik.
Menteri Migrasi, Jose Luis Escriva mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintah telah menyetujui penggunaan dua fasilitas militer di Madrid dan berencana menggunakan dua fasilitas lainnya di bagian selatan negara itu.
Escriva menolak mengungkapkan berapa banyak tempat tidur tambahan yang akan dibuat, namun sumber kementerian mengatakan bahwa totalnya akan berjumlah sekitar 3.000, dilansir dari Reuters.
Lonjakan kedatangan imigran ini didorong oleh orang-orang yang datang dari Afrika Barat dengan perahu kecil ke Kepulauan Canary di Atlantik dan terjadi setelah negara-negara di Uni Eropa menandatangani kesepakatan pada 4 Oktober tentang cara menangani imigrasi tidak teratur.
Italia juga mengalami peningkatan kedatangan, dan pulau kecil Lampedusa kesulitan untuk mengatasi lonjakan tersebut.
Antara bulan Januari hingga pertengahan Oktober, kedatangan wisatawan ke Pulau Canary mencapai 23.537 orang, yang sudah melampaui angka setahun penuh pada tiga tahun sebelumnya, menurut data resmi.
Pemerintah daerah mengatakan mereka merasa ditinggalkan oleh pemerintah pusat. Madrid membuka kamp baru pada 2021 untuk mengatasi peningkatan kedatangan yang menyusul.
Namun kali ini pendekatan pemerintah pusat adalah memperluas akomodasi darurat di seluruh negeri, dengan harapan dapat mengurangi tekanan terhadap Kepulauan Canary. Pekan ini mereka juga menyetujui paket bantuan senilai 50 juta Euro atau sekitar Rp 840 miliar untuk pulau-pulau tersebut.
Setelah pemeriksaan polisi, para imigran akan ditempatkan di barak militer, hotel, asrama, dan jenis akomodasi lainnya disediakan secara sukarela, kata sumber kementerian. Idenya agar mereka tidak tinggal di tempat yang sama selama lebih dari tiga bulan.
Pemimpin regional Madrid yang konservatif, Isabel Diaz Ayuso, menuduh pemerintah sayap kiri salah mengelola situasi migrasi dan menyatakan, tanpa memberikan bukti, bahwa pemindahan migran ke daratan dapat membahayakan keamanan.
Escriva berpendapat bahwa situasi ini telah ditangani dengan baik dan dapat dikelola, dan mengatakan beberapa politisi konservatif melancarkan apa yang disebutnya retorika xenofobia atau ketidaksukaan terhadap orang dari negara lain.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
