Ilustrasi: SItuasi kondisi Palestina pasca serangan pasukan Israel
JawaPos.com - Sekretaris Jenderal Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS) Ali Muhiuddin Al-Qurra Daghi, angkat suara terkait kondisi di Jalur Gaza, Palestina. Menurut dia, apa yang sedang terjadi di Gaza sama dengan peristiwa Holocaust Nazi, dan diduga merupakan upaya pembersihan etnis.
“Ketika kita melihat Gaza membara dan rakyatnya menderita, kita sedang menghadapi salah satu tragedi kemanusiaan terbesar di zaman modern,” kata Ali Muhiuddin dalam media sosial X, dikutip dari Antara, Senin (23/10).
“Anak-anak dibunuh dan perempuan sekarat, sementara rakyat Palestina berusaha mempertahankan tanah dan hak-hak mereka. Gambar dan laporan-laporan yang kami terima dari Gaza menunjukkan tragedi yang dialami rakyat Palestina, tetapi pertanyaannya adalah: Di mana para pemimpin Muslim?” ujar dia.
“Di manakah orang-orang yang mengaku sebagai orang yang mempunyai hati nurani?” dia mempertanyakan.
Dia menekankan bahwa para pemimpin dan penguasa Muslim Arab harus segera melakukan intervensi untuk mengakhiri kekejaman dan penindasan terhadap rakyat Palestina di Gaza.
“Nyawa orang tak berdosa hilang hari demi hari, bahkan ketika mereka sedang berada di rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat berlindung yang aman. Masjid dan gereja dihancurkan, dan dunia diam saja menyaksikan mimpi buruk ini," ucap dia.
Dia juga mempertanyakan posisi dunia Arab dan Islam dalam menghadapi ketegangan antara Israel dan Palestina. Dia mengkritik para pemimpin Muslim tampaknya telah melupakan identitas rakyat Palestina dan fokus pada kepentingan pribadi mereka daripada mengambil tindakan untuk membantu rakyat Gaza.
Baca Juga: UNRWA Serukan Pihak yang Bisa Pengaruhi Israel Izinkan Pasokan Bahan Bakar Masuk ke Gaza
Ia lebih lanjut bertanya: “Di manakah organisasi-organisasi internasional dan organisasi hak asasi manusia? ... Mengapa mereka diam?”
Dia mengakui bahwa ada peran dari para pemimpin Barat dalam memperburuk situasi di Gaza.
“Apa yang sedang terjadi di Gaza adalah perang Holocaust Nazi, yang diduga merupakan upaya pembersihan etnis,” kata dia.
Ia juga mempertanyakan keberadaan PBB, organisasi-organisasi hak asasi manusia, para pemimpin gereja dan Paus Vatikan. "Di mana kalian, orang-orang Barat yang mengaku membela hak asasi manusia? Apakah kalian akan terus melihat dan menutup mata terhadap kekejaman ini?”
“Kita tidak bisa mengabaikan tragedi yang dialami rakyat Palestina di Gaza. Kita memerlukan aksi dan solidaritas global untuk menghadapi kejahatan-kejahatan ini dan menghentikan kemunduran kemanusiaan di kawasan ini," tambah dia.
“Diam dan tidak bertindak apa-apa tidak akan menggantikan sikap kuat dan kerja sama internasional,” tegasnya.
Dia mendesak semua orang untuk “mendukung rakyat Palestina dan mendukung mereka dalam perjuangan yang adil untuk mendapatkan kembali hak-hak dan kebebasan mereka.”

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
