Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Oktober 2023 | 22.30 WIB

UEA Luncurkan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Angin untuk Kurangi Jejak Karbon

ILUSTRASI. Gambar pemandangan beberapa pembangkit listrik tenaga angin pada sebuah poster yang dirilis 5 Oktober 2023 di Pulau Sir Bani Yas di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. - Image

ILUSTRASI. Gambar pemandangan beberapa pembangkit listrik tenaga angin pada sebuah poster yang dirilis 5 Oktober 2023 di Pulau Sir Bani Yas di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

JawaPos.com - Uni Emirat Arab (UEA) telah meluncurkan proyek pembangkit listrik tenaga angin skala komersial pertamanya.

UEA menggunakan teknologi yang memanfaatkan angin berkecepatan rendah, sebagai upaya meningkatkan energi terbarukan sebelum menjadi tuan rumah KTT Iklim COP28 pada bulan depan.

 
Proyek 103,5 megawatt yang dijalankan oleh perusahaan energi terbarukan, Masdar direncanakan akan memberi daya pada lebih dari 23.000 rumah per tahun, kata perusahaan itu yang mencakup empat lokasi dilansir dari Reuters.
 
"Proyek ini, akan membantu menghilangkan sekitar 120,000 ton CO2, jejak karbon, setiap tahunnya," kata Mohammad Abdelqader El-Ramahi, chief green hydrogen officer dari Masdar.
 
"Dan itu setara dengan menghilangkan sekitar 26.000 mobil dari jalanan," imbuhnya.
 
Bekerja sama dengan PowerChina dan GoldWind International, Masdar mengatakan turbin proyek ini dapat memanfaatkan angin berkecepatan rendah dalam skala besar, berkat kemajuan dalam ilmu material dan aerodinamika yang memungkinkan pembangkit listrik tenaga angin meskipun dalam kondisi panas dan lembap.
 
 
Akhir tahun lalu, Masdar dimiliki oleh tiga entitas yang dikendalikan negara Abu Dhabi, utilitas TAQA dengan 43% saham, dana kekayaan negara Mubadala memegang 33%, dan raksasa minyak negara ADNOC dengan 24%.
 
Sultan Al Jaber, kepala eksekutif ADNOC yang juga mengetuai Masdar dan merupakan kepala eksekutif sekaligus pendirinya, adalah presiden konferensi perubahan iklim PBB COP28.
 
"Saat ini, UEA sedang mengerjakan beberapa bidang, energi nuklir, energi matahari, dan sekarang angin," kata Dalal Matar Al Shamsi, pakar sumber daya alam di departemen geologi Universitas Uni Emirat Arab.
 
"Jadi jika kita mempertimbangkan semua ini, kita mengharapkan hasil yang menjanjikan pada 2071, yang merupakan peringatan seratus tahun UEA," pungkasnya.

 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore