Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Oktober 2023 | 13.26 WIB

Alasan Tiongkok Larang Warganya Pergi ke Israel dan Palestina

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China (MFA) Mao Ning. (M. Irfan Ilmie/ANTARA/) - Image

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China (MFA) Mao Ning. (M. Irfan Ilmie/ANTARA/)

JawaPos.com - Pemerintah Tiongkok melarang warganya bepergian ke Israel dan Palestina untuk sementara waktu. Hal ini terkait peningkatan konflik bersenjata di kawasan itu yang hingga kini menewaskan ratusan orang.

"Kami mengingatkan warga negara Tiongkok untuk tidak melakukan perjalanan ke Palestina atau Israel," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning, saat menyampaikan keterangan kepada media di Beijing, Tiongkok. pada Senin (9/10).

Larangan itu dikeluarkan menyusul peningkatan ketegangan di Israel setelah sayap militer kelompok Hamas menyerang Israel dengan sedikitnya 5.000 roket hanya dalam waktu 20 menit pada Sabtu (7/10) pagi waktu setempat.

Pemerintah Tiongkok juga meminta para warganya yang sedang berada di wilayah itu untuk memantau secara cermat situasi keamanan di lapangan, melakukan pencegahan ekstra, dan sebisa mungkin tidak keluar rumah.

"Dalam keadaan darurat, kami mendesak mereka untuk menghubungi Kedutaan Besar Tiongkok di Israel dan kantor perwakilan di Palestina untuk mendapatkan bantuan," kata Mao.

Kemenlu Tiongkok menurut Mao Ning, telah mengaktifkan mekanisme darurat perlindungan konsuler segera setelah konflik pecah untuk berkoordinasi dan terlibat dalam upaya melindungi warga negara dan institusi Tiongkok di Israel dan Palestina.

Kedutaan besar Tiongkok di Israel serta kantor perwakilan Tiongkok di Palestina, ujar Mao, telah mengeluarkan peringatan keselamatan darurat. "Mereka terus berhubungan dengan warga negara Tiongkok di sana dan melakukan segala hal yang bisa lakukan untuk melindungi keselamatan warga negara dan institusi Tiongkok di sana," ungkap sang jubir.

Mao juga sempat ditanya apakah ada warga negara Tiongkok yang menjadi korban atau mengalami kerugian karena konflik yang terus meningkat tersebut. Mao menjawab bahwa Kedubes Tiongkok di Israel maupun kantor perwakilan Tiongkok di Palestina masih terus menjaga kontak dengan warga negara Tiongkok di sana dan melakukan segala upaya untuk memberikan bantuan dan menjaga keamanan mereka.

Serangan mendadak Hamas terhadap Israel pada Sabtu (7/10) itu menewaskan sekitar 700 orang menurut laporan Reuters. Sementara itu berbagai media internasional melaporkan bahwa Israel, sebagai respons, telah mendeklarasikan perang terhadap Hamas dan melakukan pembalasan dengan meluncurkan serangan udara ke Jalur Gaza.

Militer Israel sebelumnya mengatakan pihaknya telah menyerang 426 target yang merupakan properti milik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) pada Minggu pagi (8/10), termasuk ke sebuah kompleks milik kepala departemen intelijen kelompok tersebut.

Sekitar 10 bangunan tempat tinggal di Gaza, termasuk dalam fasilitas-fasilitas sipil seperti rumah sakit, hancur akibat rentetan serangan tentara Israel yang juga menewaskan masyarakat sipil. Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan hampir 400 orang, termasuk anak-anak, tewas dalam serangan Israel, sedangkan lebih dari 2.000 lainnya luka-luka, sejak serangan itu dimulai pada Sabtu (7/10).

Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) menyatakan saat ini terdapat hampir 74.000 pengungsi yang berada di 64 tempat penampungan UNRWA. Jumlah itu, kata badan tersebut, kemungkinan akan meningkat karena penembakan besar-besaran dan serangan udara terus berlanjut termasuk di wilayah-wilayah sipil.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore