Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Oktober 2023 | 01.00 WIB

British Museum Minta Bantuan Publik untuk Kembalikan Artefak yang Hilang dan Dicuri

British Museum: Salah satu bagian gedung British Museum, Great Court. - Image

British Museum: Salah satu bagian gedung British Museum, Great Court.

JawaPos.com - British Museum meluncurkan jalur khusus berupa hotline untuk publik pada Selasa (3/10).

Hal ini guna meminta bantuan publik untuk menemukan sekitar 2.000 artefak yang hilang dan dicuri. 

British Museum mengungkapkan sebagian besar artefak tersebut adalah permata dan perhiasan Yunani dan Romawi Kuno.

Bulan lalu pihak museum menyampaikan telah memecat seorang staf karena barang-barang yang dicuri, hilang, atau rusak dalam krisis kegagalan internal dan menyebabkan direkturnya berhenti beberapa hari kemudian.
 
Dilansir dari Reuters dan web site resmi, British Museum merupakan rumah bagi harta karun seperti Batu Rosetta dan Parthenon marble. 
 
Hal ini dikarenakan, museum menyimpan salah satu koleksi yang paling banyak dikunjungi di dunia dan sejak saat itu memperketat keamanannya.
 
 
Kabar baiknya, 60 benda yang hilang kini telah dikembalikan, lalu 300 lainnya telah teridentifikasi dan akan diserahkan kembali dalam waktu dekat, kata pihak museum dalam sebuah pernyataan dilansir dari Reuters.
 
"Jika Anda khawatir atau pernah memiliki barang-barang dari British Museum, atau jika Anda memiliki informasi lain yang dapat membantu kami, silakan hubungi kami," berdasarkan halaman web yang ada di situs British Museum untuk pelaporan artefak yang hilang.
 
Di halaman web milik British Museum tersebut dijelaskan beberapa benda yang hilang beserta deskripsi singkat beserta beberapa gambar yang menunjukkan berbagai perhiasan yang sedang dicari oleh pihak museum.
 
Dikatakan barang-barang yang dicuri termasuk cincin emas, anting-anting, dan perhiasan lainnya yang berasal dari zaman Yunani dan Romawi kuno serta benda-benda kecil seperti permata yang sering disematkan pada cincin. 
 
Museum tersebut, yang menghadapi tuntutan dari beberapa pemerintah untuk memulangkan harta karun bersejarah ke negara asalnya, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan kepolisian London, 'secara aktif memantau' pasar seni, dan telah mendaftarkan barang-barang yang hilang tersebut ke database Art Loss Register.
 
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore