Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 September 2023 | 14.21 WIB

Dalam Upaya Batasi Jumlah Kematian, Pemerintah Libya Tutup Sebagian Besar Wilayah Derna yang Terkena Banjir

Pemukiman warga Derna, Libya setelah diterjang banjir bandang. - Image

Pemukiman warga Derna, Libya setelah diterjang banjir bandang.

JawaPos.com - Pihak berwenang Libya telah menutup sebagian besar kota pelabuhan Derna yang dilanda banjir dari warga sipil dalam upaya memberikan ruang bagi pekerja memberikan bantuan darurat.

Dilansir dari The Guardian, Salem Al-Ferjani, direktur jenderal ambulans dan layanan darurat di Libya timur, mengatakan, hanya tim pencarian dan penyelamatan yang diizinkan memasuki bagian kota yang paling terkena dampaknya.

Banjir yang telah menyebabkan sedikitnya 11.000 orang tewas menurut proyeksi resmi dan banyak warga telah meninggalkan kota secara sukarela.

PBB telah mengajukan permohonan dana sebesar $71 juta dan mengatakan 884.000 orang terkena dampak banjir yang melanda Libya timur laut pada Minggu pagi.

“Mayat-mayat berserakan di jalanan, terdampar di pantai dan terkubur di bawah reruntuhan bangunan dan puing-puing, hanya dalam dua jam, salah satu rekan saya menghitung ada lebih dari 200 mayat di pantai dekat Derna,” kata Bilal Salouh, manajer forensik regional ICRC untuk Afrika saat pengarahan di Jenewa.

Penyelam juga menyisir perairan pesisir kota, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Komite Palang Merah Internasional pada hari Jumat mengeluarkan pernyataan bersama yang mendesak warga Libya untuk berhenti menguburkan jenazah di kuburan massal.

Pemerintah daerah dan masyarakat berada di bawah tekanan yang sangat besar untuk segera menguburkan jenazah, dampak dari salah urus jenazah mencakup tekanan mental jangka panjang bagi anggota keluarga serta masalah sosial dan hukum.

“Keyakinan bahwa mayat akan menyebabkan epidemi tidak didukung oleh bukti, kami melihat terlalu banyak kasus di mana pemberitaan media dan bahkan beberapa profesional medis salah mengartikan masalah ini," kata Pierre Guyomarch, kepala unit forensik ICRC.

“Mereka yang selamat dari peristiwa seperti bencana alam, kemungkinan lebih bisa menyebar penyakit dibandingkan mayat, pengecualiannya adalah ketika jenazah berada di dalam atau di dekat persediaan air bersih," tambahnya.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore