Limbah radioaktif Fukushima, Jepang rencananya akan dibuang ke laut. (AP)
JawaPos.com – Operator pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi yang sempat hancur akibat tsunami akan mulai dibuang ke laut pada Kamis (24/8). Air limbah radioaktif yang telah diolah dan diencerkan ini akan dibuang ke Samudera Pasifik pada Kamis malam.
Pihak dari Tokyo Electric Power Company Holdings (TEPCO), Junichi Matsumoto mengatakan persiapan akhir dan pengujian dianggap telah memenuhi standar keselamatan dan pelepasannya akan dimulai pada sore hari. Pelepasan ini akan dimulai setelah lebih dari 12 tahun hancurnya tiga reaktor pembangkit akibat gempa besar dan tsunami yang melanda Jepang pada Maret 2011 lalu.
Dilansir dari AP News, Kamis (24/8), air radioaktif yang akan dilepas ke laut tersebut telah terakumulasi di lokasi tersebut. Pihak TEPCO dan pemerintah Jepang mengatakan air dalam jumlah besar telah menghambat kerja untuk menghilangkan sisa-sisa racun berbahaya yang meleleh dari reaktor.
Pelepasan air limbah pada hari ini akan dimulai dengan air yang memiliki kadar radioaktif paling sedikit untuk menjamin keamanan. Pemerintah Jepang mengumumkan pelepasan air limbah ke laut pada tahun 2021 dan mendapatkan protes keras dari berbagai kalangan, terutama dari kelompok perikanan Jepang.
Tidak hanya dari Jepang, kelompok perikanan di Korea Selatan dan Tiongkok juga menyampaikan kekhawatiran mereka, sehingga menjadi masalah politik dan diplomatik. Aktivis dan kelompok konservasi melakukan protes di luar kantor pusat TEPCO di Tokyo dan sejumlah lokasi di Fukushima setelah adanya pengumuman telah selesainya persiapan akhir.
Air yang terkumpul di pembangkit listrik sejak tahun 2011 itu sebagian telah didaur ulang untuk menjaga suhu reaktor yang rusak agar tetap dingin. Akibat tsunami dahsyat yang menimpa Jepang, sistem pendingin pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut rusak. Sisa air yang disimpan di sekitar 1000 tangki besar sudah terisi 98 persen dari kapasitas dan harus segera dikurangi.
Pelepasan air limbah ke laut tersebut diperlukan untuk mencegah kebocoran air yang tidak diolah dan tidak diencerkan. TEPCO berencana akan melepas sekitar 31.200 ton air yang telah diolah pada akhir bulan Maret 2024, atau hanya akan mengosongkan 10 tangki, dan kecepatan pelepasan nantinya akan meningkat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
