
Seorang warga negara Kanada ditangkap kepolisian Singapura dalam kasus perampokan dan pencucian uang.
JawaPos.com – Kepolisian Singapura (SPF) melakukan operasi anti pencucian uang besar-besaran pada Selasa (15/8). Operasi itu digelar serentak di berbagai lokasi.
Di antaranya, Tanglin, Bukit Timah, Orchard Road, Sentosa, dan River Valley. Total nilai aset yang diamankan mencapai USD 736 juta (Rp 11,3 triliun).
Operasi itu melibatkan lebih dari 400 petugas gabungan. Awalnya, SPF mendapat informasi terkait kemungkinan kegiatan pencucian uang. Salah satunya dugaan pengadaan dokumen palsu untuk membuktikan sumber dana di rekening yang berada di bank Singapura.
Para pelaku tinggal di bungalo kelas atas (good class bungalow/GCB) serta kondominium mewah. Dari tempat-tempat itu, polisi mengamankan 94 properti, 50 mobil mewah, lebih dari 250 tas dan jam tangan mewah, lebih dari 120 perangkat elektronik seperti komputer dan ponsel, lebih dari 270 perhiasan, serta 2 batang emas.
Selain itu, 11 dokumen terkait aset virtual, 35 rekening bank dengan perkiraan saldo lebih dari SGD 110 juta (Rp 1,2 triliun), dan lebih dari SGD 23 juta (Rp 259,9 miliar) uang tunai. Petugas juga menyita ratusan botol anggur dan beberapa barang lainnya.
Total 30 warga negara asing diselidiki dalam kasus itu. Mereka diduga terlibat pencucian uang hasil kejahatan terorganisasi di luar negeri terkait penipuan dan perjudian online. Dari sejumlah orang itu, 8 orang buron dan 10 orang lainnya ditangkap. Usia para pelaku berkisar 31–44 tahun.
South China Morning Post melaporkan, mereka yang ditangkap memiliki paspor yang dikeluarkan pemerintah Tiongkok. Polisi mengidentifikasi para pelaku melalui penyelidikan intensif. Salah satunya analisis laporan transaksi mencurigakan (STR) yang dibuat lembaga keuangan.
Otoritas Moneter Singapura (MAS) bekerja sama dengan CAD untuk mengidentifikasi dana dan aset yang berpotensi berasal dari tindak ilegal dalam sistem keuangan. Wakil Direktur Pelaksana MAS Ho Hern Shin menyatakan, Singapura rentan terhadap risiko pencucian uang transnasional karena merupakan pusat keuangan global.
’’MAS dan lembaga keuangan perlu bekerja sama untuk memperkuat pertahanan kita terhadap risiko ini,’’ ujarnya, seperti dikutip The Straits Times.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022