Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Mei 2020 | 03.13 WIB

Australia Optimalkan Ombak Laut untuk Tenaga Listrik

Surfers are seen in the ocean after Bondi Beach reopened following a five week closure in Sydney on April 28, 2020, amid the COVID-19 novel coronavirus pandemic. - Sydney - Image

Surfers are seen in the ocean after Bondi Beach reopened following a five week closure in Sydney on April 28, 2020, amid the COVID-19 novel coronavirus pandemic. - Sydney

JawaPos.com – Wilayah pesisir merupakan salah satu aset yang vital bagi Australia. Selain menjadi surga para peselancar, ombak besar di sejumlah pantai di Australia dijadikan sumber energi terbarukan. Australia sedang gencar-gencarnya mengembangkan teknologi pembangkit listrik tenaga ombak.

Beberapa perusahaan sudah terjun untuk mengembangkan teknologi pembangkit listrik tenaga ombak. Salah satunya Mako Energy. Perusahaan yang berbasis di Sydney itu kini mengembangkan turbin bawah air dengan diameter 2–4 meter.

’’Saat ini kami sedang mengembangkan turbin yang bisa dipasang di daerah terpencil sekalipun,’’ ujar Managing Director Mako Energy Douglas Hunt kepada CNN.

Turbin yang dikembangkan perusahaan tersebut sudah mengikuti perkembangan teknologi. Turbin tersebut tetap bisa menghasilkan listrik meskipun aliran air tak seberapa besar. Satu turbin pun bisa menghidupi listrik sekitar 20 rumah.

Photo

ENERGI TERBARUKAN: Salah satu turbin pembangkit listrik yang dipasang di dekat Jembatan Sydney Harbour (Mako Energy)

Memang, pembuatan turbin tersebut masih mahal. Satu turbin mako bisa mencapai USD 70 ribu (Rp 1 miliar). Pembangkit listrik tenaga ombak terbesar di Korsel menghabiskan dana USD 300 juta (Rp 4,4 triliun) saat dibangun pada 2011.

Aspek tersebut membuat banyak negara masih ragu untuk menggunakan energi ombak. Apalagi Australia yang punya banyak pasokan energi murah seperti batu bara. ’’Komposisi energi nasional masih didominasi batu bara,’’ kata Jenny Hayward, peneliti dari CSIRO, lembaga penelitian pemerintah Australia.

Hunt menyatakan, banyak perusahaan yang terus berlomba untuk menciptakan alat dengan harga terjangkau. Meski belum bisa menggantikan peran batu bara, setidaknya ombak bisa membuat komposisi produksi energi Australia lebih ramah lingkungan. Apalagi, ombak jauh lebih bisa diandalkan daripada angin ataupun cahaya matahari.

’’Tujuan terakhir kami adalah konsumen pribadi bisa membeli dan merawatnya tanpa bantuan teknisi,’’ ujar Hunt.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=1pxCF-lRa9U

https://www.youtube.com/watch?v=FwZZ0oibQEg

https://www.youtube.com/watch?v=UszCDXFPpSo

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore