Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Juli 2019 | 21.25 WIB

Keseruan Permainan Jungkat-Jungkit di Pagar Perbatasan Meksiko dan AS

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Perbatasan Amerika Serikat (AS) dan Meksiko bisa menjadi tempat berbahaya. Perbatasan yang dibangun dalam bentuk pagar berupa pilar-pilar itu kabarnya acap menjadi lokasi penyelundupan narkoba, penculikan, dan penyelundupan manusia. Biasanya, kejahatan tersebut melibatkan anak-anak kecil dan keluarga karena dalam prosesnya akan lebih cepat, tentu saja secara ilegal.

Hanya saja, di tangan aktivis antitembok perbatasan, Ronald Rael, perbatasan disulap menjadi tempat yang ramah dan nyaman bagi anak-anak. Tak ada kesan berbahaya ketika melihat aktivitas di sana. Bahkan, idenya membuat perbatasan Meksiko dan AS menjadi tempat yang asyik untuk berkumpul.

Bahkan, mampu memikat anak-anak Meksiko dari wilayah Sunland Park, New Mexico, dan Ciudad Juarez untuk ramai-ramai bermain di perbatasan Meksiko dan AS di Ciudad Juarez, Chihuahua. Lantas, apa sarana bermain mereka?

Rael ternyata sangat brilian. Dia membuat jungkat-jungkit dan untuk menarik minat anak-anak sengaja dicat dengan warna merah muda. Selanjutnya, jungkat-jungkit tersebut dimasukkan di antara pilar baja pagar pembatas. Tentu saja, mengajak anak-anak AS untuk turut bermain. Tak pelak, jungkat-jungkit menjadi alat untuk berinteraksi dengan orang-orang di sisi lain perbatasan yang merupakan warga negara AS.

Sejumlah media, di antaranya kantor berita Tiongkok, Xinhua, Ruptly, dan media lainnya mendokumentasikan Rael dan krunya memasang jungkat-jungkit berwarna merah muda pada Minggu (28/7) waktu setempat. Sontak, anak-anak dan orang tua berbondong-bondong mendekat ke pagar pembatas untuk mencoba.


— Ruptly (@Ruptly) July 29, 2019


"Ada hubungan yang baik antara orang-orang Meksiko dan Amerika Serikat. Dengan menggunakan jungkat-jungkit menunjukkan bahwa kami sama dan kami bisa bermain bersama dan menikmati permainan secara bersama. Dinding pembatas atau pagar tak membuat kami merasa terpisah," sebut Rael yang juga seorang arsitek di UC Berkeley seperti dilansir theamericanmirror.com.

"Lihat, apa yang terjadi saat anak-anak Meksiko dan AS bermain jungkat-jungkit meski dipisahkan pembatas. Mereka sangat akrab dan ceria. Ini memiliki dampak di tempat lain dan itulah yang dilakukan jungkat-jungkit," tegasnya.

Ide Rael berupa permainan jungkat-jungkit di perbatasan semakin membuka ke khalayak ramai bahwa perbatasan Meksiko dan AS bisa menjadi tempat yang nyaman dan aman. Sebelumnya sempat viral permainan bola voli yang menggunakan pagar pembatas sebagai jaring atau net. Anak-anak Meksiko dan AS kemudian memainkan permainan bola voli.

Rael memang antiperbatasan. Keberadaan pagar dari pilar baja yang memisahkan antara AS dan Meksiko tak menyurutkan keinginannya untuk menyatukan warga perbatasan kedua negara. Dia tak ingin warga kedua negara di perbatasan berseteru, dia ingin adanya perdamaian dan kenyamanan. Itulah kenapa Rael terus berupaya untuk menciptakan suasana bahwa perbatasan bukan lagi daerah yang berbahaya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore