Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Februari 2019 | 17.30 WIB

AS Keluar dari Perjanjian Nuklir, Rusia Siap Kembangkan Rudal Baru

Rusia akan mengembangkan dua sistem rudal berbasis darat sebelum 2021. Pengembangan ini dilakukan untuk menanggapi rencana keluarnya Washington dari perjanjian kontrol senjata nuklir, Intermediaten range Nuclear Forces Treaty (INF) - Image

Rusia akan mengembangkan dua sistem rudal berbasis darat sebelum 2021. Pengembangan ini dilakukan untuk menanggapi rencana keluarnya Washington dari perjanjian kontrol senjata nuklir, Intermediaten range Nuclear Forces Treaty (INF)

JawaPos.com - Rusia akan mengembangkan dua sistem rudal berbasis darat sebelum 2021. Pengembangan ini dilakukan untuk menanggapi rencana keluarnya Washington dari perjanjian kontrol senjata nuklir, Intermediaten range Nuclear Forces Treaty (INF).


Selama ini perjanjian Intermediate range Nuclear Forces Treaty (INF) melarang AS dan Rusia menempatkan rudal darat jarak pendek dan menengah di Eropa. Namun upaya keluarnya Presiden AS Donald Trump dari perjanjian itu membuat Presiden Rusia Vladimir Putin tak mau menahan diri lagi.


Moskow dan Washington saling menuduh telah melanggar perjanjian INF.  Putin mengatakan, Rusia telah bertindak setelah Amerika Serikat mengumumkan pihaknya menarik diri dari pakta tersebut.


"Washington telah menjelaskan bahwa pihaknya merencanakan memulai penelitian, pengembangan, dan perancangan sistem rudal baru dan Moskow akan melakukan hal yang sama," kata Putin dilansir dari Reuters pada Rabu (6/2).


"Militer Rusia harus mulai bekerja untuk menciptakan sistem peluncuran berbasis darat untuk rudal jelajah yang diluncurkan oleh kapal, Kalibr, dan untuk rudal hipersonik jarak jauh yang melakukan perjalanan setidaknya lima kali kecepatan suara," katanya.


Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu memerintahkan pekerjaan untuk mulai mengembangkan sistem rudal baru dimulai. Shoigu, sekutu dekat Putin, mengatakan dia ingin pekerjaan itu selesai pada akhir tahun depan sehingga sistem baru siap pada 2021.


"Dari 2 Februari, Amerika Serikat menangguhkan kewajibannya di bawah perjanjian INF," kata Shoigu pada pertemuan para kepala pertahanan.


“Pada saat yang sama mereka secara aktif bekerja untuk membuat rudal darat dengan jangkauan lebih dari 500 km yang berada di luar batas perjanjian. Presiden Putin telah memberi tugas pada Kementerian Pertahanan untuk mengambil langkah-langkah simetris.”


Moskow membantah telah melanggar pakta 1987. Washington adalah pihak yang melanggarnya terlebih dulu.


Rusia menuduh Amerika Serikat menciptakan alasan palsu untuk keluar dari perjanjian yang ingin ditinggalkannya untuk mengembangkan rudal baru. Washington menyangkal hal itu.


Duta Besar Pelucutan Senjata AS Robert Wood mengatakan pada Konferensi Pelucutan Senjata di Jenewa, bahwa Amerika Serikat akan mempertimbangkan kembali penarikannya dari perjanjian INF jika Rusia kembali ke kepatuhan penuh pada perjanjian dan dapat diverifikasi.


"Ini adalah kesempatan terakhir Rusia untuk kembali pada kepatuhan," kata Wood.

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore