Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 31 Juli 2023 | 21.03 WIB

Imbas Pembakaran Al Quran di Swedia dan Denmark, OKI Langsung Gelar Rapat Luas Biasa

Para demonstran di Irak tampak memegang Alquran ketika berdemo di Kedutaan Besar Swedia.

 

JawaPos.com - Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menggelar rapat luar biasa pada Senin (31/1). Pertemuan ini dilakukan imbas semakin tingginya pembakaran kitab suci umat muslim, Al Quran di Swedia dan Denmark.

Para Dewan Menteri Luar Negeri (Council of Foreign Minister of Member States/CFM) dari OKI ini akan melakukan rapat secara daring. Mereka membahas tindakan provokatif oleh kaum ekstremis di negara Swedia dan Denmark yang telah membakar Al Quran berulang kali hingga menyebabkan perpecahan di dua negara tersebut.

"Pertemuan ini mempertimbangkan peningkatan dari Islamofobia di Eropa dan langkah-langkah nyata yang mungkin bisa diambil untuk melawan fenomena yang sedang terjadi," tulis pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Turki, dikutip dari Anadolu Agency

Pernyataan ini kemudian dilanjutkan, untuk menetapkan posisi bersama dalam OKI melawan serangan keji terhadap Islamofobia. Turki merupakan salah satu negara anggota OKI yang paling aktif mengomentari pembakaran yang ada di Swedia dan Denmark.

Menurut Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, pembahasan OKI kali ini sangat penting untuk memberi solusi kepada pemerintah Denmark dan Swedia agar memberi sanksi keras terhadap pembakar kitab suci umat muslim tersebut.

Dilansir dari Arab News, pertemuan Dewan Menteri Luar Negeri negara anggota juga akan mempertimbangkan pernyataan akhir yang dirilis Komite Eksekutif. Pertemuan terkait pernyataan terakhir itu sudah digelar di Jeddah, Arab Saudi pada 2 Juli kemarin.

Sekretaris Jenderal Organisasi ini, Hissein Brahim Taha menyatakan isi komunikasi akhir saat berbincang dengan Menteri Luar Negeri Swedia via telepon.

"Kami sebagai negara-negara anggota OKI mengutuk kejadian pembakaran Al Quran di negara Swedia dan Denmark, kami tidak menerima alasan apapun, walaupun insiden tersebut selalu dikaitkan oleh pemerintah setempat (Denmark dan Swedia) dengan dalih kebebasan berpendapat atau berekspresi," tulis pernyataan resmi Hissein Brahim Taha.

Taha meminta otoritas Swedia mengambil tindakan tegas agar mencegah insiden tersebut agar tidak terulang. Salah satu aksi pembakaran kitab suci yang paling disorot adalah di depan Kedutaan Besar Irak di Copenhagen. Tindakan tersebut menjadi tragedi ulangan setelah kejadian serupa dilakukan di Kedubes Irak di Stockholm, Swedia. Kondisi tersebut semakin diperparah, karena kepolisian setempat hanya melihat dan tidak mengambil tindakan para demonstrasi pembakar Al Quran tersebut.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore