
Julius Robert Oppenheimer adalah fisikawan terkenal sekaligus penemu dari bom atom.
JawaPos.com - Julius Robert Oppenheimer adalah fisikawan terkenal sekaligus penemu dari bom atom. Namun, selain trademark beliau yang seorang ilmuwan, Oppenheimer ternyata merupakan sosok yang sangat kompleks.
Sebagaimana diketahui dari film biopik terbaru Oppenheimer, beliau adalah sosok dengan moralitas yang rumit, berbeda dengan para ilmuwan yang lain. Bahkan, beliau adalah ilmuwan yang pro-terhadap komunisme, ideologi terlarang saat itu.
Namun, di balik menariknya sosok yang disapa Oppie ini, ternyata beliau menyukai salah satu makanan Indonesia. Melansir dari biografi American Prometheus - The Triumph & Tragedy of J. Robert Oppenheimer, mengungkapkan sebuah kisah menarik tentang makanan lezat asal Indonesia yang bernama nasi goreng. Bagi Oppenheimer, hidangan ini tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dengan istri dan teman-temannya.
Pada suatu malam yang cerah, orang kepercayaan dekat istrinya, yang baru saja kembali dari Indonesia, membawa seporsi nasi goreng yang beraroma harum. Saat aroma yang kaya dan harum menguar di udara dan perpaduan rempah-rempah yang menggoda seleranya, Oppenheimer pun tertarik dengan makanan tersebut.
Sejak suapan pertama, Oppenheimer langsung terpikat dengan rasa yang unik dari hidangan ini, perpaduan rasa manis, pedas, dan gurih yang menari-nari di lidahnya. Tekstur nasi yang dimasak dengan sempurna, daging yang lezat, sayuran segar, dan perpaduan bumbu yang kaya menciptakan pengalaman kuliner yang berkesan di hati dan jiwanya.
Daya tarik nasi goreng dengan cepat menjadi hasrat yang tak tertahankan bagi Oppenheimer. Dia sering mengunjungi dapur, bereksperimen dengan berbagai bahan dan dengan cermat menyempurnakan resep agar sesuai dengan seleranya.
Kecintaan Oppenheimer pada makanan Indonesia ini melampaui perjalanan kulinernya yang dia lakukan sendiri. Dengan mengumpulkan teman-teman dekatnya, ia dengan murah hati membagikan kegemarannya yang baru, menyajikan hidangan nasi goreng yang dibuat dengan hati-hati kepada mereka.
Setelah mencicipi setiap suapan nasi goreng, kepuasan terlihat di wajah teman-temannya seolah berhasil memecahkan persamaan ilmiah yang rumit.
Cerita yang sama juga disampaikan oleh Harold Cherniss, teman Oppenheimer, melansir dari situs resmi Atomic Heritage Foundation. "Dia (Oppenheimer) mengatakan pada suatu malam bahwa dia mengetahui makanan luar biasa dari kepulauan di laut selatan, yang bernama nasi goreng. Dia memberi tahu istri saya bahan-bahan yang dibutuhkan," ujar Cherniss.
Saat itu, Oppenheimer membawa bahan-bahan yang sangat banyak seperti, mentega, paprika merah, daging sapi muda, semuanya dalam porsi yang besar. Oppenheimer lalu memasak dengan menumis semua bahan itu.
"Saya mengingat beberapa (bahannya), karena dia (istri Cherniss) terkejut. Itu adalah mentega dengan jumlah banyak, paprika merah, daging sapi muda, atau sejenisnya, juga banyak bahan lainnya," sambungnya.
Menurut Cherniss, Oppenheimer memasak nasi goreng sekitar satu setengah jam. “Pokoknya, dia memasak selama satu jam, satu setengah jam, atau sesuatu seperti itu. Dapur ada di sini dan ruang makan ada di sana. Kami telah menyiapkan meja di ruang makan. Kami berdiri di sekitar dapur dan mengawasinya memasak, mengawasinya memasak makanan ini,” ujarnya.
Ketika ditanya apakah Cherniss suka makanan tersebut, dia menjawab sangat menyukainya.
“Apakah itu enak, atau Anda hanya lapar?” tanya Sherwin, pewawancara.
“Menurut saya itu enak, ya. Satu-satunya yang pernah saya makan,” jawab Cherniss.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
