Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Juli 2023 | 02.16 WIB

10 Fakta Salwan Momika, Sosok Pembakar dan Penginjak Alquran di  Swedia

Salwan Momika kembali melakukan aksi protes dan penghinaan terhadap umat Islam di di Swedia.

 

JawaPos.com - Usai melakukan aksi kontroversial dengan membakar kopian Alquran pada hari Idul Adha kemarin, Salwan Momika kembali menghina kitab umat Islam tersebut dengan cara menginjaknya pada Kamis (20/7), di depan kedutaan besar Irak di Swedia, sebagaimana dikabarkan The Times India. Peristiwa ini akhirnya memicu hubungan Swedia dengan Irak semakin memanas.

Pemerintah Irak pun telah mengusir Duta Besar Swedia guna menunjukkan protes akan hinaan terhadap Alquran tersebut. Bahkan beberapa jam setelah peristiwa penginjakan terjadi, Perdana Menteri Irak memutuskan hubungan diplomatik antara keduanya.

Beberapa fakta tentang Salwan Momika dan alasan mengapa ia melakukan aksi tidak terpuji itu, JawaPos.com rangkum berikut ini, dikutip dari berbagai sumber, Jumat (21/7).

1. Pria berumur 37 tahun ini merupakan sosok pengungsi asal Irak yang datang ke Swedia pada April 2018 dan mendapatkan status pengungsinya pada April 2021.

2. Sebelum menjadi pengungsi, Salwan merupakan pemimpin kelompok militan dan diafiliasikan sebagai kelompok pro-Iran. Kelompok ekstremis ini dinamakan Popular Mobilization Forces.

3. Dia mendeskripsikan dirinya sebagai seorang atheis dan menganggap dirinya paham tentang isu politik. Bahkan ia aktif menjadi pemikir dan penulis di akun Facebook miliknya.

4. Salwan membakar kopian lembar Alquran di depan masjid terbesar di Kota Stockholms pada 28 Juni 2023 lalu atau saat hari pertama perayaan Idul Adha.

5. Selain membakar, pria ini juga memasukkan daging ham ke dalam Alquran yang kemudian menginjaknya sembari meneriakkan 'Allahu Akbar' dengan nada menghina.

6. Aksi protes pria ini telah diizinkan oleh hakim dan petugas keamanan karena berpedoman pada prinsip free speech yang terikat pada prinsip-prinsip Swedia.

7. Meskipun bulan lalu mengancam akan membakar Alquran di depan kedutaan Irak, pria ini akhirnya memilih untuk menginjak-injak kitab suci tersebut. 

8. Salwan mengungkapkan bahwa aksinya ini bertujuan untuk protes melawan persebaran Islam di Swedia dan menegaskan pentingnya kebebasan berpendapat. "Ini adalah negara saya. Saya berusaha melindungi Swedia dari buku ini (Alquran). Buku ini adalah ancaman untuk negara ini," kata Salwan saat melakukan aksinya Juni lalu, dikutip dari Arab News.

9. Situs berbahasa Arab, Al-Araby Al-Jadeed, melaporkan bahwa kepergian Salwan dari Irak disebabkan oleh permasalahannya dengan pemimpin partai politik Babylon, Ryan al Kildani.

10. Pria pembakar Alquran ini sudah menikah dan memiliki dua anak laki-laki. Saat tiba di Swedia, ia menjadi relawan partai ekstremis-kanan Swedia yang menentang imigran, Islam, bangsa Arab di negara tersebut.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore