Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Juli 2023 | 17.22 WIB

Jawaban Pelaku saat Ditanya Tentang Alasan Terjadinya Kekerasan di Sekolah Korea Selatan

Ilustrasi kekerasan di sekolah Korea Selatan. - Image

Ilustrasi kekerasan di sekolah Korea Selatan.

JawaPos.com - Dikutip dari Seoul Newspaper, ditemukan bahwa satu dari tiga siswa sekolah menengah atas yang menjadi korban kekerasan di sekolah, mengalami kekerasan hampir setiap hari.

Alasan paling umum dari kekerasan di sekolah adalah karena bercanda atau tidak karena ada alasan tertentu. Menurut Laporan Analisis Investigasi Kekerasan Sekolah ke-2 tahun 2022 oleh Korea Educational Development Institute (KEDI) pada Senin (17/7), Dinas Pendidikan Nasional Korea, dari 19 September 2022 hingga 18 Oktober 2022, sebanyak 154.514 siswa dari kelas empat sekolah dasar hingga kelas dua sekolah menengah atas.

Hal ini ditemukan sebagai hasil dari survei yang dilakukan terhadap subjek (132.860 responden) mengenai kekerasan di sekolah, viktimisasi (penderitaan mental, fisik, dan sosial), dan pengalaman menjadi korban. Dalam survei ini, 1,6 persen (2.113 siswa) dari responden mengatakan bahwa mereka pernah mengalami kekerasan di sekolah sejak semester pertama hingga saat menjawab survei.

Tingkat kekerasan di sekolah di kalangan siswa sekolah dasar adalah yang tertinggi, yaitu 2,9 persen, diikuti oleh siswa sekolah menengah pertama sebesar 1,0 persen, dan siswa sekolah menengah atas sebesar 0,3 persen.

Semakin tinggi tingkat sekolah, semakin rendah tingkat kekerasan, tetapi semakin tinggi frekuensi kekerasan. Di antara siswa sekolah menengah atas yang menjadi korban kekerasan di sekolah, 32,0 persen responden mengatakan bahwa mereka mengalami kekerasan di sekolah hampir setiap hari.

Lebih dari 3 dari 10 korban kekerasan di sekolah mengalami kekerasan di sekolah hampir setiap hari. Sebanyak 23,6 persen siswa sekolah menengah pertama yang mengalami viktimisasi dan 20,0 persen siswa sekolah dasar menjawab bahwa mereka menjadi korban hampir setiap hari.

Kekerasan yang disebabkan oleh siswa di kelas yang sama sangat besar yaitu 68,3 persen, yang sama untuk semua sekolah dasar. Sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, dialami siswa dan siswi.

Berdasarkan jenisnya, kekerasan verbal merupakan yang terbanyak dengan 69,1 persen, diikuti oleh kekerasan fisik 27,3 persen, perundungan 21,3 persen, perundungan di dunia maya 13,9 persen, dan kekerasan seksual 9,5 persen.

Dalam survei ini, para siswa diminta untuk memilih hingga sembilan alasan, 'apa yang menurut mereka menjadi penyebab terjadinya kekerasan di sekolah' untuk menyelidiki persepsi siswa tentang kekerasan di sekolah.

Hasilnya, 66,4 persen responden menjawab 'tidak ada lelucon atau alasan khusus'. Di sisi lain, di antara siswa (1,7 persen, 2.258 siswa) yang menjawab bahwa mereka telah mengalami kekerasan yang sebenarnya, persentase mereka yang melakukan kekerasan 'tanpa bercanda atau karena alasan tertentu' lebih rendah, yaitu 61,5 persen.

Analisis terperinci menunjukkan bahwa semakin banyak yang tidak memiliki pengalaman kekerasan di sekolah, dan semakin banyak siswa laki-laki yang cenderung menganggap penyebab kekerasan di sekolah hanya sebagai lelucon.

'Program atau kegiatan pendidikan empati, komunikasi, dan pengendalian emosi' 29,1 persen merupakan metode yang paling efektif untuk pendidikan pencegahan kekerasan di sekolah.

KEDI mengatakan, "Patut dicatat bahwa ini tidak hanya pelaku pada kekerasan di sekolah. Tetapi juga banyak siswa yang menjawab bahwa kekerasan di sekolah terjadi 'tanpa ada unsur main-main atau alasan khusus'."

"Hal ini diperlukan untuk mendukung penanggulangan kekerasan di sekolah dengan analisis mendalam mengenai penyebab dan dampak dari penanggulangan tersebut," pungkas KEDI.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore