
Paspor Siti Aisyah, tersangka pembunuh kakak Kim Jong Un
JawaPos.com - Dari Malaysia, spekulasi mengenai posisi Doan Thi Huong dan Aisyah menjadi agen Korea Utara terus berkembang. China Press bahkan melaporkan bahwa Aisyah sempat tinggal di Tiongkok sebelum pembunuhan Senin lalu. China Press menyebutkan, dua perempuan itu tinggal di Tiongkok selama 1-3 bulan untuk mempelajari sosok seorang laki-laki.
Selama tinggal di Tiongkok itu juga, mereka diduga berkenalan dengan empat lelaki misterius yang meminta mereka mengerjai seseorang di bandara sebagai lelucon. Di sana juga mereka diketahui berlatih berkali-kali untuk mengejutkan seorang lelaki hingga mahir.
Hingga akhirnya mereka benar-benar menyemprotkan sebuah cairan racun kepada seorang pria hingga tewas pada Senin (13/2) di Bandara Kuala Lumpur. Belakangan terungkap pria itu bukan orang sembarangan. Dia adalah kakak dari pemimpin besar Korut Kim Jong-un.
Berdasar laporan China Press, Aisyah maupun Doan mungkin bukan agen intelijen Korea Utara. Mungkin mereka diperdaya jaringan intelijen untuk melakukan pembunuhan tersebut.
Doan ditangkap Polisi Diraja Malaysia pada Rabu (15/2). Dikutip dari Malay Mail Online, sebelum ditangkap, Doan ternyata sempat menginap di tiga hotel berbeda di kawasan Sepang. Dari staf di tiga hotel tersebut diketahui, pemegang paspor Vietnam itu kerap melakukan komplain atas pelayanan hotel.
Terkait dengan jenazah Jong-nam, sampai saat ini, jenazah masih ditahan pihak Malaysia. Jenazah Jong-nam masih akan ditahan pihak Malayisa sampai keluarga Jong-nam datang membawa sample DNA. Selama syarat tersebut belum dipenuhi, Malaysia tidak akan menggubris permintaan Korea Utara.
Kepada AFP, Kepala Polisi Selangor Datuk Abdul Samah Mat menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada anggota keluarga atau keturunan Jongnam yang datang untuk mengidentifikasi jenazah kakak pemimpin Korea Utara itu.
"Kami membutuhkan sample DNA dari keluarganya untuk dicocokkan dengan profil jenazah tersebut," katanya kemarin (17/2). "Korea Utara memang sudah mengajukan permintaan. Tapi, sebelum kami mengeluarkan jenazahnya, kami harus mengidentifikasi dulu siapa sebenarnya jenazah tersebut," terangnya. (byu/bay/bil/ang)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
