
Pengungsi Rohingya
JawaPos.com - Lebih dari 6.700 orang Rohingya yang tewas akibat kekerasan yang terjadi di Myanmar pada bulan Agustus. Jumlah korban tersebut diperoleh berdasarkan survei Medecins Sans Frontieres (MSF), sebuah kelompok pemberi bantuan medis yang juga disebut Dokter Lintas Batas.
Direktur Medis MSF Sidney Wong mengatakan, sejak konflik terjadi Agustus lalu, sudah 620 ribu warga Rohingya yang melarikan diri ke kamp-kamp pengungsian yang kondisinya emprihatinkan di Bangladesh.
Seperti dilansir BBC, Kamis, (14/12), dalam survei yang dilakukan MSF hingga enam kali itu, juga diperoleh kesaksian tentang kekejian militer Myanmar terhadap orang Rohingya. Militer Myanmar mengunci keluarga warga Rohingya di rumahnya dan membakar mereka hidup-hidup dari luar.
Jumlah keluarga yang dibunuh dengan cara sadis itu bukan satu dua saja namun banyak. Hingga saat ini, arus pengungsi masih mengalir meski tak sebesar sebelumnya. Mereka takut dengan kekejian militer Myanmar.
Wong mengungkapkan, hasil survei membuat MSF terkejut. Sebab, orang yang melaporkan keluarganya telah tewas dalam kerusuhan di Rakhine begitu banyak. Cara mereka dibunuh juga membuat banyak pihak bergidik ngeri.
Selama ini tak banyak data yang bisa diungkap ke publik karena pemerintah Myanmar memilih menutup diri. Mereka menolak semua tudingan kekerasan yang dilakukan militer, pemusnahan etnis, maupun pembakaran permukiman penduduk Rohingya.
Tapi, di lain pihak, Myanmar juga menolak memberikan akses kepada para jurnalis maupun penyelidik PBB untuk melihat lokasi yang paling terdampak konflik. Salah satunya adalah Distrik Maungdaw, Rakhine.
Bahkan Pemerintah Myanmar berulang kali menolak bantuan kemanusiaan untuk masuk ke wilayah konflik seperti Rakhine. Kekejaman yang dilakukan Myanmar disebut PBB sebagai upaya pemusnahan etnis Rohingya dari muka bumi.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
