Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Januari 2018 | 13.00 WIB

Ngeri, Presiden Filipina Tawarkan 42 Perawan pada Investor

Presiden Filipina Rodrigo Duterte ke India - Image

Presiden Filipina Rodrigo Duterte ke India

JawaPos.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan kepada sekelompok pemimpin bisnis India dan Filipina di New Delhi kalau ia ingin menarik pengunjung ke negaranya dengan menawarkan 42 perawan. Ia mengungkapkan hal itu dalam sebuah pidato pada Jumat, (26/1) di India yang seharusnya ditujukan untuk menarik investor ke Filipina.


Duterte juga mengatakan, pengusaha India harus menghindari Mindanao karena masih ada darurat militer di sana. Mindanao merupakan pulau selatan di Filipina, tempat gerilyawan Muslim bersenjata memerangi pasukan Pemerintah Filipina.


Duterte sedang dalam perjalanan tiga hari ke Ibu Kota India untuk menghadiri pertemuan antara India dan para pemimpin negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) dan berpartisipasi dalam perayaan negara tersebut.


Saat berbicara tentang konflik bersenjata di Mindanao, Duterte mengkritik ideologi para militan yang menurutnya sia-sia karena mengepung kota selatan Marawi selama lima bulan pada 2017 dan tidak mendapatkan apa-apa.


"Yang akan datang adalah jika Anda mati memperjuangkan keyakinan, Anda pergi ke surga dengan 42 perawan yang menunggu. Saya juga bisa membuatnya menjadi kenyataan bagi mereka yang ingin pergi ke negara saya," katanya seperti dilansir Al Jazeera.


Dalam sambutannya, Duterte juga meyakinkan investor bahwa dia memerangi korupsi dan penyalahgunaan narkoba di negara tersebut. Namun ini bukan kali pertama Duterte menggunakan perempuan sebagai objek lelucon.


Pada Juli 2017, Duterte juga pernah mengeluarkan pernyataan kontroversial. Ia akan memberikan ucapan selamat pada mereka yang bisa memperkosa pemenang Miss Universe sebab saat itu kontes kecantikan dunia dimenangkan oleh Pia Wurtzbah yang mewakili Filipina.


Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (27/1), sebuah kelompok aktivis perempuan menyebut Duterte sebagai 'aib internasional'. "Kami pantas mendapatkan presiden yang bisa mewakili orang Filipina, yang menghormati pria, perempuan di luar negeri. Kami berhak mendapatkan seorang presiden yang menghormati hak dan martabat perempuan karena dia tidak pernah menghormati perempuan Filipina," kata kelompok hak perempuan Akbayan tersebut.

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore