Konferensi pers forum internasional Indo Water 2026 Expo & Forum, bersamaan dengan Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, Indo Security, Indo Firex, dan Indonesia International Smart City (IISMEX) 2026 Expo & Forum/(Dimas Choirul/Jawapos.com).
JawaPos.com - Kebutuhan investasi pada teknologi pengelolaan air, limbah, dan energi bersih dinilai semakin mendesak seiring upaya Indonesia mempercepat transisi menuju ekonomi hijau. Upaya tersebut memerlukan kolaborasi pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan mitra internasional agar adopsi teknologi berkelanjutan dapat berjalan lebih cepat.
Peluang tersebut mengemuka menjelang penyelenggaraan pameran dan forum internasional Indo Water 2026 Expo & Forum, bersamaan dengan Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, Indo Security, Indo Firex, dan Indonesia International Smart City (IISMEX) 2026 Expo & Forum, pada 11–13 Agustus 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.
Ajang tersebut mempertemukan lebih dari 700 peserta dari 23 negara yang akan menampilkan berbagai inovasi di sektor air, pengelolaan sampah dan daur ulang, energi terbarukan, keamanan, proteksi kebakaran, hingga solusi kota cerdas.
"Ini menjadi momentum untuk menghadirkan inovasi, teknologi, dan sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia," kata Project Director Napindo, Lisa Rusli, saat konferensi pers, di Jakarta, Rabu (5/8).
Sebagai pameran internasional di sektor air dan air limbah, Indo Water 2026 kembali menghadirkan berbagai inovasi untuk mendukung ketahanan sumber daya air di Indonesia.
Plt. Direktur Sanitasi Kementerian Pekerjaan Umum RI, Sandhi Eko Bramono Poedjastanto menyampaikan bahwa penyelenggaraan Indo Water menjadi platform strategis yang mendukung pembangunan infrastruktur air minum, sanitasi, dan air limbah.
“Jadi Indo Water ini sangat bermanfaat. Bukan hanya menginseminasikan apa yang dilakukan maupun yang sedang dilakukan oleh Kementerian PU dalam bidang air minum maupun sanitasi. Namun juga menjadi kesempatan untuk transfer of knowledge kepada para audiens yang hadir terkait air minum dan sanitasi,” ujar Sandhi Eko Bramono Poedjastanto.
Dukungan terhadap Indo Water 2026 juga disampaikan oleh Agus Umar Yasin, Ketua Umum Indonesian Water Association (IdWA), yang menilai bahwa kolaborasi antara pembuat kebijakan dan pelaku industri menjadi faktor penting dalam mempercepat penerapan teknologi serta penguatan tata kelola sumber daya air di Indonesia.
"Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, IdWA menghadirkan IdWA Training selama tiga hari penyelenggaraan serta forum “Indonesia Roadmap for Water Resilience and Sustainability” pada Selasa, 11 Agustus 2026," ujarnya.
Isu pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan pameran tersebut. Kapokja Pengelolaan Limbah Non-B3 Kementerian Lingkungan Hidup RI, Yayah Rodiana menyampaikan bahwa percepatan implementasi ekonomi sirkular memerlukan penguatan sistem pengelolaan sampah.
"Kementerian Lingkungan Hidup juga akan menyelenggarakan Coaching Clinic selama tiga hari penyelenggaraan pameran," ungkapnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Edy Supriyanto, Sekretaris Jenderal Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), menegaskan bahwa industri daur ulang plastik saat ini memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan.
Adapun pameran lintas industri ini mendapatkan dukungan dari 30 kementerian, lembaga, asosiasi, dan universitas yang bergerak di berbagai sektor air, air limbah, pengelolaan sampah dan daur ulang, energi terbarukan dan elektrik, keamanan, proteksi kebakaran, serta solusi kota cerdas di Indonesia.