Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Istimewa)
JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa permintaan masyarakat di sektor perumahan saat ini sedang melemah. Hal ini tercermin dari dana suntikan Pemerintah kepada Bank BTN masih belum tersalurkan dengan cepat.
Purbaya menyampaikan, realisasi suntikan dana Pemerintah di Bank BTN masih tercatat sebesar 19 persen. Sementara di sejumlah bank himbara lainnya telah mencapai lebih dari 50 persen, bahkan ada yang sudah mengajukan tambahan dana.
"Saya sebar di lima bank, Rp 200 triliun itu di Mandiri, BRI, BNI, BTN, BSI. Rata-rata penyerapannya udah lumayan deh kecuali BTN baru 19 persen. Uangnya akan saya pindah ke tempat lain nanti," kata Purbaya dalam Rapat DPR RI di Jakarta, dikutip Jumat (7/11).
Dalam rapat itu, sebelum blak-blakan soal realisasi kredit sektor perumahan yang lemah. Purbaya lebih dulu melempar pertanyaan kepada anggota DPD RI, apakah ada yang menjadi Komisaris BTN.
Bendahara negara ini menyampaikan, sebelumnya Bank BTN optimistis akan bisa menyalurkan seluruh dana yang disuntik Pemerintah mencapai Rp 15 triliun. Namun ia menyadari bahwa permintaan sektor perumahan memang sedang turun.
Itu sebabnya, kata Purbaya, dirinya akan lebih dulu menggenjot perekonomian Indonesia menjadi lebih kuat. Sehingga memang saat ini belum bisa berbagai pihak memaksa seseorang mengajukan kredit rumah, sementara pendapatan warganya belum jelas.
"Tapi bukan itu. Disini ada yang komisaris BTN? Enggak ada. Tapi katanya dia pertamanya bilang, kami akan serap, malah kurang. Ternyata baru segini dia serap. Yang melakukan ini saya adalah ini menggambarkan demand di sektor perumahan lemah sebetulnya," jelas Purbaya.
"Jadi saya pikir, waduh, gawat kita nih. Mungkin itu kan perlu ekonomi jalan dulu, baru pelan-pelan dia tumbuh. Jadi kita gak bisa paksa orang pinjam rumah atau beli rumah ketika income-nya gak jelas," tambahnya.
Meski begitu, Purbaya optimistis bahwa permintaan di sektor perumahan akan kembali sehat pada tahun 2026. Utamanya, setelah Pemerintah berhasil membalikkan kondisi perekonomian dari beberapa bulan belakang yang sangat lemah, menjadi lebih kuat.
"Tapi dengan gerakannya seperti ini, harusnya income akan balik dengan secara bertahap. 2026, saya pikir income dari sekitar perumahan akan kembali sehat lagi," pungkasnya.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
