Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 November 2025 | 17.21 WIB

Permintaan Sektor Perumahan Lemah, Purbaya Janji Genjot Perekonomian Indonesia Menjadi lebih Kuat

 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Istimewa)

JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa permintaan masyarakat di sektor perumahan saat ini sedang melemah. Hal ini tercermin dari dana suntikan Pemerintah kepada Bank BTN masih belum tersalurkan dengan cepat. 

Purbaya menyampaikan, realisasi suntikan dana Pemerintah di Bank BTN masih tercatat sebesar 19 persen. Sementara di sejumlah bank himbara lainnya telah mencapai lebih dari 50 persen, bahkan ada yang sudah mengajukan tambahan dana. 

"Saya sebar di lima bank, Rp 200 triliun itu di Mandiri, BRI, BNI, BTN, BSI. Rata-rata penyerapannya udah lumayan deh kecuali BTN baru 19 persen. Uangnya akan saya pindah ke tempat lain nanti," kata Purbaya dalam Rapat DPR RI di Jakarta, dikutip Jumat (7/11). 

Dalam rapat itu, sebelum blak-blakan soal realisasi kredit sektor perumahan yang lemah. Purbaya lebih dulu melempar pertanyaan kepada anggota DPD RI, apakah ada yang menjadi Komisaris BTN. 

Bendahara negara ini menyampaikan, sebelumnya Bank BTN optimistis akan bisa menyalurkan seluruh dana yang disuntik Pemerintah mencapai Rp 15 triliun. Namun ia menyadari bahwa permintaan sektor perumahan memang sedang turun. 

Itu sebabnya, kata Purbaya, dirinya akan lebih dulu menggenjot perekonomian Indonesia menjadi lebih kuat. Sehingga memang saat ini belum bisa berbagai pihak memaksa seseorang mengajukan kredit rumah, sementara pendapatan warganya belum jelas. 

"Tapi bukan itu. Disini ada yang komisaris BTN? Enggak ada. Tapi katanya dia pertamanya bilang, kami akan serap, malah kurang. Ternyata baru segini dia serap. Yang melakukan ini saya adalah ini menggambarkan demand di sektor perumahan lemah sebetulnya," jelas Purbaya. 

"Jadi saya pikir, waduh, gawat kita nih. Mungkin itu kan perlu ekonomi jalan dulu, baru pelan-pelan dia tumbuh. Jadi kita gak bisa paksa orang pinjam rumah atau beli rumah ketika income-nya gak jelas," tambahnya. 

Meski begitu, Purbaya optimistis bahwa permintaan di sektor perumahan akan kembali sehat pada tahun 2026. Utamanya, setelah Pemerintah berhasil membalikkan kondisi perekonomian dari beberapa bulan belakang yang sangat lemah, menjadi lebih kuat. 

"Tapi dengan gerakannya seperti ini, harusnya income akan balik dengan secara bertahap. 2026, saya pikir income dari sekitar perumahan akan kembali sehat lagi," pungkasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore