
IPAM PDAM Surya Sembada di Ngagel, Surabaya. (dok. Jawapos)
JawaPos.com - Sampai saat ini masih jadi misteri besar di kalangan masyarakat. Namanya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), tetapi hampir semua airnya tidak layak minum. Akibatnya pelanggan PDAM masih harus keluar biaya untuk kebutuhan air minum. Pengurus Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) menyampaikan jawaban atas kondisi itu.
Ketua Umum Perpamsi Arief Wisnu Cahyono mengatakan publik bisa saja bermimpi punya layanan PDAM yang bisa langsung diminum seperti di Singapura atau Swiss. Namun, jika dikaitkan dengan kebutuhan air minum kemasan, konsumsi air minum kemasan di Singapura masih sangat tinggi. Meskipun air PDAM di sana sudah siap minum dari keran.
Arief mengatakan mereka juga punya mimpi air PDAM dapat langsung diminum dari keran-keran pelanggannya. "Betul (mimpi kita) air PDAM benar-benar bisa diminum. Sekarang masih ada yang bilang (PDAM) itu air mandi, air mampet, dan lainnya," kata Arief di sela paparan kegiatan International Water and Wastewater Expo and Forum (IWWEF) 2025 di Jakarta pada Senin (9/6).
Arief mengatakan tantangan pertama air PDAM supaya bisa diminum adalah kualitas pipanya. Jika ingin air PDAM bisa langsung diminum, maka pipanya harus diganti dengan yang steril dan memenuhi standar air minum. Sementara, saat ini pipa PDAM usianya sudah puluhan tahun. Bahkan ada yang sampai ratusan tahun, karena peninggalan penjajahan Belanda.
Dia menjelaskan jaringan pipa PDAM di seluruh Indonesia saat ini mencapai 6.300 KM. Jika ingin diremajakan dengan pipa kualitas air minum, butuh biaya lebih dari Rp 10 triliun. Sementara itu tingkat penambahan pelanggan baru PDAM tiap tahunnya tidak seberapa besar.
Faktor lain yang jadi pertimbangan supaya air PDAM layak minum adalah kualitas air bakunya. Air baku adalah bahan baku pengolahan PDAM. Arief mengatakan untuk di Swiss, kualitas air baku PDAM-nya benar-benar dijaga. Sehingga saat pengolahan sampai menjadi air layak minum, tidak butuh upaya dan biaya yang besar.
Sementara di Indonesia kualitas air baku untuk PDAM jauh di bawah di Swiss. "Di Jakarta misalnya air bakunya dari Kalimalang. Bisa tahu sendiri bagaimana kualitas airnya di sana," tuturnya. Berbeda halnya ketika kualitas air baku bisa dijaga sejak dari hilirnya, maka mewujudkan air PDAM layak minum bukan hal yang mustahil.
Sekretaris Umum Perpamsi Rino Indira Gusniawan mengatakan, di kalangan masyarakat sendiri juga masih ada kecenderungan tidak nyaman minum air langsung dari keran. "Karena belum terbiasa," tuturnya. Mereka lebih nyaman minum air kemasan atau air yang direbus.
Apabila semua air PDAM tidak dapat diminum langsung, itu kurang tepat. Karena ada air PDAM di sejumlah titik di daerah tertentu yang sudah layak minum. Contohnya di Malang (Jawa Timur). Di sana air PDAM sudah siap minum, meskipun belum menyeluruh.
Terkait dengan penyelenggaraan kegiatan IWWEF 2025 yang diselenggarakan di Jakarta pada 11-13 Juni depan, akan dibahas sejumlah persoalan air perpipaan. Termasuk target 100 persen masyarakat Indonesia mengakses air ledeng pada 2045 kelak. Termasuk juga mengenai regulasi air perpipaan yang sampai sekarang belum diatur di dalam undang-undang spesifik. (wan)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
