
Sekjen ATSI Marwan O. Baasir di gedung XL Axiata, Senin (10/6).
JawaPos.com - Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menanggapi statemen Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang menyatakan Base Transceiver Station (BTS) tak dibutuhkan lagi untuk akses internet setelah kehadiran Starlink milik Elon Musk.
Sekjen ATSI Marwan O. Baasir menegaskan bahwa saat ini BTS sebagai menara untuk menghubungkan smartphone dengan sinyal telepon dan internet masih dibutuhkan. "Kalau lihat sekarang, nyatanya masih butuh BTS. Masih dibutuhkan masyarakat. Ban belum tersedia komunikasi yang mumpuni," kata Marwan ditemui JawaPos.com di kantor XL Axiata, Senin (10/6).
Marwan menyebut, konteks BTS tak dibutuhkan yakni untuk di pedesaan atau daerah yang sulit dijangkau akses internet.
ATSI menganggap saat ini berbagai teknologi telekomunikasi harus saling melengkapi agar bisa menjangkau daerah yang sebelumnya sulit diakses oleh operator telekomunikasi. Sebab, sebelumnya untuk membangun infrastruktur telekomunikasi membutuhkan biaya tinggi. Terutama untuk di daerah 3T atau (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
"ATSI berdampingan industri yang ada sekarang. Starlink itu pelengkap untuk backhaul, karena nggak mungkin kalau langsung tersedia 100 persen," sambung Marwan.
Sebagai informasi, Starlink beroperasi menggunakan layanan internet satelit yang sudah ada selama beberapa dekade ini. Secara teknis, Starlink menggunakan Low Earth Orbit (LEO) dan tidak menggunakan teknologi kabel, seperti serat optik untuk mengirimkan data internet.
Sistem satelitnya menggunakan sinyal radio melalui ruang hampa. Setiap satelit di konstelasi Starlink memiliki berat sekitar 259 kg dan memiliki badan datar. Saat diluncurkan, satu roket SpaceX Falcon 9 dapat mengangkut hingga 60 satelit.
Starlink sudah masuk ke Indonesia sejak Juni 2022. Saat itu Starlink hanya melayani pelanggan korporasi karena menjadi backhaul Telkomsat, anak perusahaan Telkom. Pada Mei 2024, Starlink memperluas cakupan bisnisnya dengan menyasar pelanggan ritel.
Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, setelah ada Starlink BTS tak dibutuhkan lagi untuk akses internet. “Sekarang enggak perlu ada BTS, sudah ada Starlink. Buat apa lagi,” kata Luhut baru-baru ini.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
