
TAHAP AKHIR: Terminal penumpang Bandara Internasional Dhoho Kediri seperti terlihat Rabu (22/11).
JawaPos.com – Jadwal operasional Bandara Internasional Dhoho, Kabupaten Kediri, Jawa Timur (Jatim), pada 8 Desember diperkirakan molor. Sebab, ada beberapa hal yang masih harus ditindaklanjuti pemrakarsa.
Salah satunya terkait dengan keamanan penerbangan yang sempat dievaluasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Di sisi lain, salah satu yang mendesak untuk dilakukan adalah rencana rapat koordinasi bersama para kepala daerah di wilayah selatan Jatim. ”Rapat akan digelar sebelum 8 Desember,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri Sukadi kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Pembangunan fisik bandara juga terus digarap. Dari sejumlah infrastruktur pendukung di sana, terminal penumpang termasuk salah satu bagian yang pengerjaannya dikebut.
Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Kediri kemarin (22/11), sejumlah pekerja terlihat menyelesaikan pemasangan panel atap di gedung yang didesain berlubang di bagian atasnya itu. Penyelesaian terutama dilakukan di sisi timur bangunan. Sisi barat tinggal dibersihkan.
VVIP terminal dan air traffic control (ATC) tower sudah selesai. Meski demikian, di lokasi tampak sisa peralatan proyek yang belum dibersihkan. Terutama di area ATC tower yang masih ditemukan perancah atau scaffolding. ”Sebentar lagi alat-alat tersebut dibereskan,” kata Sukadi.
Bagaimana dengan terminal penumpang bandara yang pembangunannya belum selesai? Sukadi menegaskan, bangunan utama sebenarnya sudah rampung. ”Tinggal finishing (penyelesaian),” ungkapnya.
Selain memacu kesiapan fisik dan infrastruktur penunjang di bandara, Sukadi menjelaskan bahwa Pemkab Kediri bersama PT Surya Dhoho Investama (SDHI) akan melakukan serangkaian persiapan menjelang beroperasinya bandara. Termasuk sisi nonfisik.
Menara Air Traffic Control (ATC) Bandara Internasional Dhoho Kediri seperti terlihat Rabu (22/11).
Selebihnya, menurut Sukadi, pihaknya juga masih menunggu jadwal first landing (pendaratan pertama) di bandara. Tahap ini, menurut dia, juga sangat penting untuk melihat kondisi runway atau landasan pacu yang akan difungsikan.
Pemkab Kediri juga mengebut penyelesaian sarana-prasarana pendukung bandara. Sedikitnya ada lima item proyek yang direalisasikan. Salah satunya, pelebaran jalan di perempatan Banyakan. Kemudian, merapikan kabel dan tiang listrik di sepanjang Jalan PB Sudirman, Banyakan, yang menjadi akses ke bandara.
Baca Juga: Jelang Operasi Bandara Internasional Dhoho Kediri, Maskapai Pertama Yang Mendarat Masih Rahasia
Selain itu, pemkab harus menambah lampu penerangan jalan umum akses bandara via Desa Tiron. Ada pula pemasangan rambu penunjuk arah ke bandara. Yang terakhir, pemkab juga harus memastikan aspal di Jl Raya Kediri–Nganjuk mulus.
Sebelumnya, Bupati Hanindhito Himawan Pramana bernegosiasi dengan empat maskapai. Mereka menjajaki kerja sama untuk membuka rute di Bandara Kediri. (wib/ut/c14/ttg)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
