
Stasiun Bandung./KAI
JawaPos.com - Postingan seorang penumpang KAI di media sosial X ketika menolak menggunakan Face Recognition Boarding Gate di stasiun, menjadi viral.
Sampai saat ini, postingan tersebut sudah mendapatkan 7 ribu repost dan 22 ribu likes sejak pertama kali diunggah pada Minggu (19/11) pukul 10.55 WIB.
Akun @fchkautsar yang memposting cerita tersebut mengatakan bahwa penumpang KAI yang tidak mau menggunakan Face Recognition Boarding Gate untuk masuk ke area boarding stasiun, baru boleh masuk 10 menit sebelum kereta berangkat.
Kejadian tersebut diterangkan Fachrial Kautsar sebagai pemilik akun itu, terjadi di Stasiun Bandung.
Mengenai hal tersebut, pihak KAI melalui akun media sosial X resmi @KAI121, merespon postingan sang penumpang.
Pihak KAI memohon maaf atas kekeliruan informasi yang disampaikan petugas Stasiun Bandung di pintu utara, terkait ketentuan boarding bagi penumpang yang tidak menggunakan boarding face recognition.
Disampaikan, bahwa penumpang yang ingin boarding secara manual, tetap diperbolehkan masuk ke dalam stasiun apabila sudah memasuki 1 jam sebelum keberangkatan.
KAI juga mengatakan bahwa pihak mereka tidak memaksa penumpang untuk mendaftarkan face recognition, karena hal tersebut tidak bersifat wajib.
Penumpang pun dapat memilih prosedur boarding sesuai dengan keinginan dan kenyamanannya.
Pihak KAI juga akan menyampaikan kepada pihak manajemen Stasiun Bandung untuk melakukan evaluasi dan pembinaan kepada petugas di lapangan, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Sang penumpang kemudian kembali merespon dengan mengatakan bahwa ia sudah memastikan sebanyak dua kali pada petugas yang berbeda.
“Dan jawabannya sama: 10 menit sebelum keberangkatan (baru boleh masuk jika tidak menggunakan Face Recognition Boarding Gate). Saat ditanya kenapa aturannya gitu, jawabannya cuma: “SOP-nya seperti itu”,” katanya.
Fachrial Kautsar juga mengatakan bahwa petugas selalu mengatakan bahwa mendaftar Face Recognition adalah hal yang wajib dilakukan, seolah tidak ada opsi masuk lewat scan barcode tiket saja.
Dilansir dari website KAI, Face Recognition Boarding Gate merupakan fasilitas layanan boarding pada area pemeriksaan tiket yang dilengkapi dengan kamera.
Face Recognition Boarding Gate akan mengidentifikasi dan memvalidasi identitas seseorang melalui pemindai wajah yang datanya sudah diintegrasikan dengan data tiket milik penumpang yang ada pada sistem boarding KAI.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
