
Pekerja melakukan pemeliharaan tower microcell di kawasan bundaran HI, Jakarta, Minggu (14/5/2023). Kementerian Komunikasi dan Informatika (kominfo) menargetkan jaringan internet generasi kelima atau 5G merata di Indonesia pada 2024 sampai 2025. FOTO: SAL
Diluncurkan 19 Juni, Dimulai Tahun Depan
JawaPos.com – Seluruh wilayah di Indonesia sebentar lagi bakal terlayani akses internet. Titik-titik yang selama ini menjadi blank spot jaringan internet, bakal terlayani dengan adanya Satelit Republik Indonesia Pertama (Satria-1). Satelit ini bakal diluncurkan 19 Juni nanti dan siap digunakan Januari tahun depan.
Paparan persiapan peluncuran Satria-1 itu disampaikan Plt Menkominfo Mahfud MD di Jakarta kemarin (13/6). Dia mengatakan proyek Satria-1 tersebut dalam rangka pemerataan pembangunan. "Terutama infrastruktur digital," katanya.
Mahfud mengatakan dengan Satria-1 itu, memungkinkan akselerasi internet di desa-desa yang selama ini tidak dapat dijangkau internet berbasis fiber optic atau sejenisnya.
Mahfud mengatakan prioritas utama penerima layanan internet dari Satria-1 itu adalah sektor pendidikan, layanan kesehatan, kantor pemda atau desa, serta fasilitas milik TNI dan Polri di desa-desa.
Proyek Satria-1 menggunakan sistem Kerja sama Pemerintah dengan Badan usaha (KPBU). Kominfo bertindak selaku penanggung jawab melalui Badan Layanan Umum (BLU) Bakti Kominfo.
Perusahaan swasta yang menjadi mitra proyek Satria-1 itu adalah PT Satelit Nusantara III (SNT). Dirut PT SNT Adi Rahman Adiwoso menuturkan semula anggaran untuk proyek Satria-1 dipatok USD 450 juta atau sekitar Rp 6,69 triliun. Kemudian membengkak menjadi USD 540 juta atau sekitar Rp 8 triliun.
Adi Rahman Adiwoso menjelaskan soal lamanya jarak antara peluncuran Satria-1 dengan pengoperasian. Satelit dengan kapasitas 150 Gbps bakal diluncurkan ke orbit pada 19 Juni di Cape Canaveral, Florida dengan roket Falcon 9 keluaraan SpaceX, perusahaan Elon Musk.
Adi mengatakan dengan bahan bakar elektronik, memerlukan waktu 145 hari bagi Satria-1 untuk mencapai orbitnya. Bahan bakar elektronik itu dipilih supaya bebannya menjadi ringan. Sehingga semakin banyak perangkat yang bisa dibawa satelit yang dirakit di Prancis itu.
Dia menuturkan Satria-1 diperkirakan sampai di orbitnya pada November. Kemudian tim akan melakukan pengetesan dengan fasilitasi stasiun bumi yang sudah disiapkan. Setelah itu tes seluruh sistem dilakukan pada akhir Desember. Dengan harapan pada Januari 2024 Satria-1 sudah bisa digunakan secara maksimal sesuai dengan fungsinya. Layanan internet dari Satria-1 bisa langsung disebar melalui terminal internet menjadi layanan WiFi seperti pada umumnya. "Sehingga masyarakat bisa langsung menikmati, tanpa ada BTS," katanya.
Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Kominfo Ismail mengatakan, sesuai dengan peruntukannya, internet dari Satria-1 diperuntukkan bagi layanan publik. "Ini satelit pemerintah," tandasnya. Layanan internet nantinya langsung ke titik pusat layanan pendidikan, kesehatan, kantor desa, serta markas TNI dan Polri.
Dia menuturkan masyarakat yang berada di sekitar titik tempat akses tersebut, tentu bisa menggunakan internet tersebut secara gratis. Ismail menegaskan akses internet dari Satria-1 ini bukan ditujukan untuk BTS kemudian disebar begitu saja ke ponsel-ponsel masyarakat. Dengan adanya layanan internet dari Satria-1 itu, bisa mengatasi persoalan blank spot di sejumlah daerah.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
