Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Maret 2021 | 23.54 WIB

Bangun Tol hingga Bandara Pesawat Apung di Jatim, Rp 8,9 T Dikucurkan

LALU-LALANG: Aktivitas kendaraan di tol Surabaya−Gempol, Rabu (13/1). (Ahmad Khusaini/Jawa Pos) - Image

LALU-LALANG: Aktivitas kendaraan di tol Surabaya−Gempol, Rabu (13/1). (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)

JawaPos.com – Pembangunan di Jawa Timur terus digenjot. Pemerintah berencana membangun fasilitas infrastruktur berupa jalan, jembatan, pengairan, dan transportasi di provinsi yang dipimpin Khofifah Indar Parawansa itu.

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, pembangunan infrastruktur itu mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik–Bangkalan–Mojokerto–Surabaya–Sidoarjo–Lamongan (Gerbangkertosusilo), Kawasan Bromo–Tengger–Semeru (BTS), serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Luhut mengatakan, percepatan pembangunan di Jatim akan dikawal Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves. ’’Termasuk progres, hambatan, dan alternatif penyelesaian dalam pembangunan infrastruktur di Jawa Timur,” jelas Luhut dalam keterangan resmi Kemenko Marves kemarin (28/2).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menambahkan, pada 2021 pihaknya akan menggelontorkan dana total Rp 8,9 triliun untuk pembangunan infrastruktur di Jatim. Dana tersebut terbagi ke beberapa sektor. Antara lain, pengerjaan saluran pengendali banjir, jalan tol, non-tol, serta pembangunan kawasan dan permukiman.

Agenda pembangunan infrastruktur sumber daya air (SDA) meliputi penanganan banjir Bengawan Solo dan Kali Lamong.

Baca juga: Lebaran, Bandara Apung Ahmad Yani Semarang Siap Beroperasi

Di sektor jalan tol, ada beberapa koridor yang masuk dalam perencanaan. Pemerintah berharap semua koridor utama di Jawa Timur, baik barat, timur, maupun tengah, terhubung dengan jalan tol. Beberapa ruas tol yang dibahas, antara lain, tol Kertosono–Kediri, Kediri–Tulungagung, Probolinggo–Banyuwangi, Ngawi–Bojonegoro–Tuban–Lamongan–Gresik, serta Malang–Kepanjen. ’’Ini juga sangat strategis menghubungkan jalur utara, tengah, dan selatan sampai ke ujung timur Banyuwangi,” kata Luhut.

Baca juga: Bandara Internasional Kediri Mulai Dibangun

Ada juga rencana pembangunan bandara pesawat apung (waterbase airport). Menurut rencana, bandara itu berada di perairan Kangean–Madura di Desa Kalisangka. Luhut menyebutkan, infrastruktur tersebut berperan penting untuk konektivitas masyarakat Madura. Khususnya di pulau-pulau kecil sehingga mampu membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Madura.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=3u6jXXVzp_w

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore