
LALU-LALANG: Aktivitas kendaraan di tol Surabaya−Gempol, Rabu (13/1). (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com – Pembangunan di Jawa Timur terus digenjot. Pemerintah berencana membangun fasilitas infrastruktur berupa jalan, jembatan, pengairan, dan transportasi di provinsi yang dipimpin Khofifah Indar Parawansa itu.
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, pembangunan infrastruktur itu mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik–Bangkalan–Mojokerto–Surabaya–Sidoarjo–Lamongan (Gerbangkertosusilo), Kawasan Bromo–Tengger–Semeru (BTS), serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.
Luhut mengatakan, percepatan pembangunan di Jatim akan dikawal Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves. ’’Termasuk progres, hambatan, dan alternatif penyelesaian dalam pembangunan infrastruktur di Jawa Timur,” jelas Luhut dalam keterangan resmi Kemenko Marves kemarin (28/2).
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menambahkan, pada 2021 pihaknya akan menggelontorkan dana total Rp 8,9 triliun untuk pembangunan infrastruktur di Jatim. Dana tersebut terbagi ke beberapa sektor. Antara lain, pengerjaan saluran pengendali banjir, jalan tol, non-tol, serta pembangunan kawasan dan permukiman.
Agenda pembangunan infrastruktur sumber daya air (SDA) meliputi penanganan banjir Bengawan Solo dan Kali Lamong.
Baca juga: Lebaran, Bandara Apung Ahmad Yani Semarang Siap Beroperasi
Di sektor jalan tol, ada beberapa koridor yang masuk dalam perencanaan. Pemerintah berharap semua koridor utama di Jawa Timur, baik barat, timur, maupun tengah, terhubung dengan jalan tol. Beberapa ruas tol yang dibahas, antara lain, tol Kertosono–Kediri, Kediri–Tulungagung, Probolinggo–Banyuwangi, Ngawi–Bojonegoro–Tuban–Lamongan–Gresik, serta Malang–Kepanjen. ’’Ini juga sangat strategis menghubungkan jalur utara, tengah, dan selatan sampai ke ujung timur Banyuwangi,” kata Luhut.
Baca juga: Bandara Internasional Kediri Mulai Dibangun
Ada juga rencana pembangunan bandara pesawat apung (waterbase airport). Menurut rencana, bandara itu berada di perairan Kangean–Madura di Desa Kalisangka. Luhut menyebutkan, infrastruktur tersebut berperan penting untuk konektivitas masyarakat Madura. Khususnya di pulau-pulau kecil sehingga mampu membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Madura.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=3u6jXXVzp_w

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
