Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Februari 2018 | 04.04 WIB

Lebaran, Bandara Apung Ahmad Yani Semarang Siap Beroperasi

Peletakan atap Bandara Apung Ahmad Yani Semarang. (ki-ka: Direktur Utama PT Angkasapura, Faik Fahmi; Menteri BUMN, Rini M Soemarno; Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo; Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi; Direktur Operasi Waskita Karya, Adi Wibowo) - Image

Peletakan atap Bandara Apung Ahmad Yani Semarang. (ki-ka: Direktur Utama PT Angkasapura, Faik Fahmi; Menteri BUMN, Rini M Soemarno; Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo; Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi; Direktur Operasi Waskita Karya, Adi Wibowo)


JawaPos.com – Meski ditarget kelar pada awal 2019 mendatang, bandara baru Ahmad Yani Semarang diperkirakan sudah dapat beroperasi pada Lebaran 2018 nanti.


Faik Fahmi selaku Direktur Utama PT Angkasapura mengatakan, bandara apung pertama di Indonesia ini ditarget untuk rampung syarat minimal pengoprasian pada Mei 2018. 


Adapun untuk bagian yang diharuskan selesai yaitu penumpang, gedung parkir satu lantai, terminal kargo, masjid, gedung pertolongan kecelakaan penerbangan dan pemadam kebakaran.


“Jadi mudik lebaran tahun ini masyarakat Jawa Tengah sudah bisa membanggakan bandara baru,” katanya pada sambutannya dalam peletakan atap terminal bandara, Semarang, Minggu (11/2).


Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku senang karena bandara baru yang diimpikan masyarakatnya sudah dalam tahap akhir pembangunan. 


“Saya tidak tahu berapa presiden, berapa menteri perhubungan yang mengawal (proyek pembangunan bandara) ini. Yang saya tahu tiga gubernur memulai ini. Dua senior saya Pak Mardiyanto dan Pak Bibit, dan sekarang kelihatan hasilnya,” katanya.


Pengembangan Bandara Ahmad Yani senilai Rp 2,07 triliun ini terdiri dari lima paket. Dua paket pertama yang sudah rampung 100 persen yakni pengerjaan lahan dan jalan akses serta pembangunan apron dan taxiway.


Kemudian paket tiga, pekerjaan pembangunan terminal akan selesai November 2018. Sedang paket empat, yakni bangunan penunjang dan lanskap serta paket lima pekerjaan water management akan selesai pada 2019.


"Saya baca-baca di media, sudah ada yang menulis tempat-tempat terunik di dunia, dan bandara baru ini salah satunya,” lanjut Ganjar.


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan, bandara baru ini akan menjadi solusi untuk overcapacity sebelumnya. Kapasitas bandara lama hanya 800 ribu penumpang per tahun, padahal realisasi penumpang pada 2017 mencapai 4,4 juta orang.


“Terminal bandara baru ini sembilan kali lebih besar dari yang lama, dan dapat menampung enam juta penumpang per tahun,” katanya.


Lebih lanjut terminal bandara baru ini memiliki luas 58.652 meter persegi atau sembilan kali lebih luas dibanding terminal lama yang hanya 6.708 meter persegi. Luasan apron mencapai 75.522 meter persegi dan dapat menampung 13 pesawat narrow body.


Bandara Ahmad Yani Semarang mengusung konsep floating airport yang dipadukan dengan konsep eco green. Pada area bandara juga ditanami 24 ribu pohon mangrove untuk mendukung pelestarian lingkungan. "Proyek ini jadi kolaborasi antar instansi dan bisa ditetapkan di daerah-daerah lainnya," sambungnya.


Terakhir, Menteri BUMN Rini M Soemarno mengharapkan, bandara baru ini akan semakin meningkatkan perekonomian Jawa Tengah. “Sehingga masyarakat semakin sejahtera,” imbuhnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore