
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono
JawaPos.com - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut, pembangunan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur I menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur tidak selalu dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan pembangunan proyek SPAM Proyek SPAM Regional Jatiluhur I ini direalisasikan melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pelaksana badan usahanya, yaitu PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur yang dibentuk dari konsorsium PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, PT Tirta Gemah Ripah.
"Ini membuktikan pembangunan infrastruktur tidak melulu dibiayai APBN," ujarnya secara virtual, Jumat (19/2).
Basuki memaparkan, SPAM Regional Jatiluhur I dibangun pada Agustus 2021. Untuk proses konstruksi dilakukan selama 2,5 tahun. Diharapkan proyek tersebut bisa beroperasi pada Februari 2024. Sementara itu, proyek SPAM Jatiluhur I memiliki nilai investasi sebesar Rp 1,7 triliun. Ke depannya dioperasikan selama 30 tahun.
Proyek SPAM Regional Jatiluhur I dirancang untuk memproduksi air minum curah sebanyak 4.750 liter per detik (lpd). Air itu didistribusikan ke empat wilayah, yaitu DKI Jakarta sebanyak 4.000 lpd, Kota Bekasi (300 lpd), Kabupaten Bekasi (100 lpd), dan Kabupaten Karawang (350 lpd).
Menurut dia, kontribusi proyek SPAM Regional Jatiluhur I terhadap kebutuhan air minum di DKI Jakarta masih sedikit.
"Namun ini ada sumbangan yang tidak sedikit untuk melayani warga Jakarta tentang air bersih dan juga melalui perpipaan dari Bekasi di Sentra Timur. Ini menjamin kualitas air yang lebih baik," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, skema KPBU pada proyek SPAM Regional Jatiluhur I merupakan cara lain dari pembiayaan alternatif dan solusi mendasar bagi pembangunan infrastruktur.
"Ini cara kreatif financing dan kita berharap skema ini menjadi alternatif, solusi dari kebutuhan mendasar mengenai infrastruktur pada saat APBN kita mengalami kendala," pungkasnya.
Dengan pengerjaan menggunakan skema KPBU, maka pembiayaan proyek SPAM Regional Jatiluhur I mendapat jaminan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)/PT PII. BUMN tersebut adalah salah satu Special Mission Vehicle (SMV) dari Kemenkeu.
Direktur Utama PT PII M Wahid Sutopo menuturkan, pihaknya sebagai SMV Kemenkeu memberikan penjaminan pada proyek tersebut selama 15 tahun untuk menjamin risiko gagal bayar dan terminasi.
"Proyek SPAM Regional Jatiluhur I adalah proyek ke-32 yang mendapatkan skema penjaminan dari PT PII dan proyek SPAM yang ke-5," kata M Wahid Sutopo. Sebelumnya PT PII memberikan penjaminan pada proyek SPAM Umbulan, SPAM Bandar Lampung, SPAM Semarang Barat dan SPAM Pekanbaru.
Sutopo berharap skema penjaminan itu menambah bisa keyakinan bagi para investor dan lembaga keuangan untuk berpartisipasi lebih aktif dalam pembangunan infrastruktur.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=zkCMUAnzg0w

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
