alexametrics

Telan Investasi Rp 1,7 Triliun, Proyek SPAM Jatiluhur I Tak Pakai APBN

19 Februari 2021, 16:48:21 WIB

JawaPos.com – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut, pembangunan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur I menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur tidak selalu dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan pembangunan proyek SPAM Proyek SPAM Regional Jatiluhur I ini direalisasikan melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pelaksana badan usahanya, yaitu PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur yang dibentuk dari konsorsium PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, PT Tirta Gemah Ripah.

“Ini membuktikan pembangunan infrastruktur tidak melulu dibiayai APBN,” ujarnya secara virtual, Jumat (19/2).

Basuki memaparkan, SPAM Regional Jatiluhur I dibangun pada Agustus 2021. Untuk proses konstruksi dilakukan selama 2,5 tahun. Diharapkan proyek tersebut bisa beroperasi pada Februari 2024. Sementara itu, proyek SPAM Jatiluhur I memiliki nilai investasi sebesar Rp 1,7 triliun. Ke depannya dioperasikan selama 30 tahun.

Proyek SPAM Regional Jatiluhur I dirancang untuk memproduksi air minum curah sebanyak 4.750 liter per detik (lpd). Air itu didistribusikan ke empat wilayah, yaitu DKI Jakarta sebanyak 4.000 lpd, Kota Bekasi (300 lpd), Kabupaten Bekasi (100 lpd), dan Kabupaten Karawang (350 lpd).

Menurut dia,  kontribusi proyek SPAM Regional Jatiluhur I terhadap kebutuhan air minum di DKI Jakarta masih sedikit.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Romys Binekasri




Close Ads