Lokasi pembangunan bendungan di kawasan ibu kota negara Indonesia di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Novi Abdi/Antara
JawaPos.com – Pembangunan infrastruktur air di Indonesia masih menghadapi tantangan pembiayaan. Saat ini masih terdapat kekurangan anggaran atau pembiayaan infrastruktur air sebesar Rp 86,8 triliun. Sejumlah inovasi pembiayaan disiapkan pemerintah, diantaranya melalui skema Indonesia Water Fund.
Data kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur air tersebut, disampaikan langsung Wakil Presiden Ma'ruf Amin. "Kita masih menghadapi kesenjangan pembiayaan infrastruktur air," katanya dalam pembukaan Indonesia Water and Wastewater Expo and Forum 2023 di Jakarta pada Selasa (6/6).
Ma'ruf mengatakan, kebutuhan anggaran atau pembiayaan penyediaan infrastruktur air di Indonesia mencapai Rp 123,4 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah pusat melalui APBN hanya bisa membiayai sebesar Rp 21 triliun.
Kemudian pemerintah daerah lewat APBD mengalokasikan dana senilai Rp 15,6 triliun. Sehingga masih ada kekurangan sekitar Rp 86,8 triliun.
Ma'ruf mengatakan, sebagian besar sisa kebutuhan anggaran itu diharapkan mengucur dari BUMN dan swasta. Untuk itu dia mengatakan perlu berbagai inovasi pembiayaan dan perluasan cakupan kerjasama partisipasi swasta. Seperti melalui skema Kerja Sama Pemerintah-Badan Usaha atau KPBU.
Kemudian juga bisa melalui skema pembiayaan source to tap. Yaitu pembangunan infrastruktur penyediaan air minum yang terintegrasi dari hulu sampai hilir. Dengan melibatkan pemerintah pusat dan daerah.
"Inovasi pembiayaan lainnya adalah melalui Indonesia Water Fund," katanya.
Dana yang terkumpul dari pembiayaan tersebut, digunakan untuk mendanai proyek-proyek perbaikan akses air bersih di Indonesia. Dia berharap pemerintah daerah dan BUMD bisa memanfaatkan platform pembiayaan strategi situ, sehingga bisa mempercepat target tercapainya akses air minum layak.
Dia menjelaskan, data pada 2022 menyebutkan akses masyarakat ke sumber air minum layak mencapai 91 persen. Kemudian akses ke air minum aman masih 11,8 persen dan akses air minum perpipaan baru menjangkau 20,69 persen. Dengan kata lain masih terdapat celah yang signifikan untuk memenuhi target di bidang air bersih tersebut.
Ma'ruf mengatakan di dalam RPJMN 2020-2024 pemerintah menargetkan 100 persen rumah tangga memiliki akses air minum yang layak di 2024 nanti. Kemudian akses air minum aman di angka 15 persen dan akses air minum perpipaan sebesar 30 persen.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
