Panorama di sekitar tanjakan Sitinjau Lauik di Sumatra Barat. (Kementerian PU)
JawaPos.com - Ada dua akses jalan darat di Sumatera Barat (Sumbar) sebagai penghubung jalan antarkota, terutama akses ke Pulau Jawa. Yaitu, Jalan Padang-Bukitinggi dan Padang-Solok. Kedua ruas jalan itu sangat vital. Di ruas jalan itu juga beberapa titik yang sangat krusial dan ikonik bagi setiap pengendara yang melintas di sana.
Di akses Padang-Bukitinggi terdapat Air Terjun Lembah Anai di Kabupaten Padang Pariaman dan Jembatan Kembar Silaiang di Kota Padang Panjang. Dua titik ini lokasinya sangat berdekatan beberapa kilometer. Kawasan Lembah Anai berada di perbatasan antara Kabupaten Padang Pariaman Kabupaten Tanah Datar. Jalan ini biasa dipakai sebagai akses ke arah utara. Menghubungkan Sumbar dengan Riau dan Sumatera Utara (Sumut).
Air Terjun Lembah Anai selama ini menjadi ikon unik di Sumbar. Air terjun ini menjadi landmark bagi setiap wisatawan yang berkunjung di Kota Padang hendak ke Bukittinggi. Di lokasi ini wisatawan kerap mampir sejenak, minimal berfoto dan merasakan dinginnya air terjun Lembah Anai. Apalagi air terjun itu posisinya persis di pinggir jalan.
Bagi yang ingin menikmati kuliner, di sana biasanya banyak pedagang keliling yang menjajakan penganan pergegel jagung dan pinungkuik.
Baca Juga: 163 Ribu Warga Aceh Utara Terdampak Banjir Besar, Belum Ada Pejabat Pusat Tinjau Kondisi Terkini
Petugas melintas di samping batu besar yang terbawa banjir bandang di jalan batas Kota Padang Panjang, Minggu (30/11/2025). (Muhammad Zulfikar/ANTARA)
Jembatan Kembar Silaiang yang viral saat banjir bandang atau galodo menjadi pintu masuk ke Kota Padang Panjang. Lokasinya juga berdekatan dengan Kabupaten Tanah Datar. Jembatan Kembar ini sangat ikonik karena di atasnya terdapat jalur kereta peninggalan Belanda. Di Jembatan Kembar itu para pengendara kerap juga mampir untuk sekadar beristirahat sambil menikmati indahnya pemandangaan, karena perjalanan jauh dari Kota Padang hendak ke Bukittinggi.
Ketika bencana banjir bandang 26 November lalu, Lembah Anai dan Jembatan Kembar Silaiang hancur porak-poranda. Akses putus total. Tidak ada lagi akses bagi masyarakat dari arah Padang Panjang atau Bukittinggi hendak ke Padang atau Pariaman.
Jika pun ada akses alternatif mereka harus melewati jalan Malalak-Sicincin. Jalan itu juga rawan longsor karena terdapat banyak tebing-tebing. Pilihan lain dari arah Bukitinggi hendak ke Padang atau sebaliknya melewati Kelok 44 Maninjau, Kabupaten Agam. Jalan ini pada saat banjir bandang juga terdampak.
Baca Juga: Wapres Gibran Terbang ke Sumatera, Tinjau 3 Provinsi Terdampak Bencana Banjir Bandang dan Longsor
Kelok 44 Maninjau meski indah dengan panorama Danau Maninjaunya, tetapi sangat rawan yang berkelok-kelok dan jalan yang tidak lebar. Pengemudi harus memiliki kemampuan khusus saat melintas di ruas jalan ini. Apalagi tanjakan dan turunannya sangat terjal. Bila setelah menuruni Kelok 44, biasanya pengendara atau penumpang melewati jalan pinggir Danau Maninjau yang disuguhi pemandangan danau nan indah.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
