
Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) menilai rencana pemerintah untuk memperkecil luas tanah dan bangunan rumah subsidi tidak ideal. (Istimewa)
JawaPos.com - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) menilai rencana pemerintah untuk memperkecil luas tanah dan bangunan rumah subsidi tidak ideal.
Ketua Apersi, Junaidi Abdillah mengatakan dengan luas tanah sebesar 25 meter persegi dan 18 meter persegi luas lantai rumah subsidi tidak cocok dijadikan sebagai rumah masa depan.
Pasalnya, dengan ukuran tersebut Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR) tidak bisa memperluas bangunan. Bahkan dinilai tidak layak untuk keluarga kecil yang memiliki keturunan.
"Tidak ideal. MBR tidak bisa tambah luas bangunan, tidak layak untuk yang mempunyai keturunan. Hanya menjadi rumah sementara bukan rumah masa depan," kata Junaidi kepada JawaPos.com, Minggu (1/6).
Dia membeberkan, dengan ukuran tersebut memang memungkinkan masyarakat bisa menambah bangunan ke atas atau lantai dua. Hanya saja ia menilai, dengan biaya konstruksi yang mahal akan sulit bagi MBR untuk menambah bangunan ke atas.
"Kalau tanah, rasanya 25 meter persegi tidaj manusiawi, dipastikan MBR tidak bisa memperluas bangunan, kecuali tambahan lantai 2. Namun, lantai 2 dipastikan sulit, biaya konstruksinya mahal," tambahnya.
Selain itu, dengan ukuran luas tanah 25 meter persegi dan bangunan 18 meter persegi rumah tapak berpotensi memicu kekumuhan.
Kemudian, luasan yang kurang dari 9 meter persegi membuat tidak sehat, terutama bagi MBR yang mempunyai anak. Selain itu juga harga jual bisa disalahgunakan pengembang, jika tidak dibatasi wilayah tertentu.
Lebih lanjut, Junaidi menilai bahwa ukuran itu sangat cocok untuk digunakan sebagai rumah susun sewa atau rusunawa, apartemen hingga kontrakan.
"Tipe 18 cocok untuk rumah kos atau kontrakkan. Konsep Luas bangunan 18 cocok untuk apartemen, rumah singgah, dan bukan rumah masa depan," tutupnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
