JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan Bandara Singkawang, di Kalimantan Barat, pada Rabu (3/3) lalu. Bandara yang dibangun dengan total biaya sebesar Rp 427 miliar ini terletak di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan, Singkawang, Kalimantan Barat.
Presiden Jokowi menyampaikan, Bandara Singkawang mulai dibangun sejak tahun 2019 hingga tahun 2023, dengan skema pembiayaan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Total anggaran pembangunan bandara ini sebesar Rp 427 miliar.
"Dengan rincian APBN senilai Rp 272 miliar dan Corporate Social Responsibility (CSR) para pengusaha Singkawang sebesar Rp 155 miliar," kata Jokowi dalam sambutannya di acara peresmian, kemarin.
Turut hadir dalam peresmian Bandara Singkawang, yakni Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Gandhi Sulistyanto, Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat Harisson, Pj Walikota Singkawang Sumastro, serta Bos Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan.
Profil Bandara Singkawang
Bandara Singkawang memiliki landasan pacu berukuran 2.000 meter (m) x 30 m sehingga mampu didarati pesawat besar Airbus 320. Sementara terminal penumpang berukuran 8.000 m² dapat memuat kapasitas hingga 335.800 penumpang per tahunnya.
Sebelumnya, runway Bandara Singkawang hanya tercatat sepanjang 1.400 meter. Namun kemudian diperpanjang menjadi 2.000 meter. Sebelum Diresmikan pada Rabu, 24 Januari 2024, Bandara Singkawan telah dilakukan penerbangan kalibrasi perdana dengan pesawat komersial PK-CAN B200GT Super King Air dari Bandara Supadio, Pontianak.
Bandara Singkawang dibangun mulai 2019 sampai dengan 2023 dan ditargetkan beroperasi pada April 2024. Bandara ini memiliki runway sepanjang 1400 m x 30 m, taxiway 200 m x 18 m, apron 100 m x 50 m, dan terminal kargo seluas 312 meter persegi yang dibangun menggunakan APBN.
Sementara, gedung terminal penumpang seluas 8.000 meter persegi dan perpanjangan runway menjadi 2.000 meter dibangun menggunakan dana CSR. Kehadiran Bandara Singkawang akan mendukung pelayanan angkutan lintas batas negara Singkawang-Kuching, Malaysia termasuk konektivitas dari dan ke Bandara Singkawang.
Dilihat dari konsep rancangan arsitektur Hendy Lim, Bandara Singkawang terinspirasi dari tiga gunung di sekitar lokasi bandara, yaitu Gunung Raya, Gunung Pasi dan Gunung Poteng.
Sementara Singkawang memiliki istilah dalam bahasa Hakka yakni "San Khew Jong", yang secara etimologis berarti sebuah kota yang berlokasi di perbukitan serta berdekatan dengan laut dan muara.