
Kereta Cepat Whoosh.
JawaPos.com–PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menanggapi kabar kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh sepi penumpang pada awal 2024. Ada sejumlah program yang dipersiapkan untuk meningkatkan jumlah penumpang atau masyarakat yang berniat menggunakan moda transportasi itu.
Hanggoro Budi Wiryawan selaku Expert KCIC di acara Indonesia China Youth Forum The Potential of Indonesia-China Cooperation From Jakarta-Bandung High-Speed Railway menjelaskan, besaran okupansi penumpang atau jumlah penumpang masih harus ditingkatkan.
”Ya memang okupansi belum mencapai apa yang kita targetkan dalam studi, ada beberapa faktor yang memengaruhi, baik dari tarif. Ini terus kami sosialisasi. Ini perlu edukasi ke masyarakat,” ucap Hanggoro Budi Wiryawan di Universitas Al Azhar, Jakarta.
Salah satunya, kata dia, yaitu terkait manfaat naik Whoosh oleh masyarakat. Salah satunya lebih cepat, aman, dan nyaman.
”Apa benefitnya ke masyarakat naik kereta cepat, karena kalau ini kita bisa sampaikan akan ada program menarik ke masyarakat jadi masyarakat lebih tertarik, lebih cepat, safe, nyaman, gak capek,” ujar Hanggoro Budi Wiryawan.
Selain kita, kata dia, ada juga program yang digulirkan berupa kajian soal tarif, dynamic pricing, hingga diskon. Tujuannya untuk meningkatkan okupansi penumpang.
”Kami pikirkan untuk terapkan diskon, tarif untuk student, dan juga lansia. Ini kita persiapkan sistem,” tutur Hanggoro Budi Wiryawan.
PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) akan memperpanjang jalur kereta cepat Whoosh dari Jakarta-Bandung menjadi Jakarta-Surabaya secara bertahap. Tahap pertama perpanjangan jalur kereta cepat Whoosh ini akan dilakukan sampai Jogjakarta.
”Kalau tugas kami sementara sampai Bandung, mau dilakukan dulu pra-FS (Feasibility Study) dulu mau extend sampai mana, coba disimulasikan, supaya ke depannya kita butuh persiapkan lebih bagus,” papar Hanggoro Budi Wiryawan.
”Siapkan aturan biar menarik bagi investor, contoh ada skema misalnya lebih menarik tak 100 persen tergantung luar lagi misalnya sinyal, kelistrikan, sarana, dan lainnya,” ujar Hanggoro Budi Wiryawan.
Kereta itu kali pertama diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2 Oktober 2023. Itu adalah kereta cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara. Saat ini Kereta Cepat Whoosh sudah bisa dinikmati masyarakat umum.
Head of Asian Pasific Committee Adi Harsono mengatakan, Whoosh merupakan bentuk kerja sama teknologi Indonesia dengan Tiongkok dalam wujud kereta api cepat. Indonesia paling berhasil dari negara di ASEAN.
”Sebagai langkah yang luar biasa ya di mana misalnya negara-negara ASEAN, Vietnam lagi bangun gagal, India lebih hebat dari kita gagal, kenapa? Karena mereka menolak teknologi dari Tiongkok. Ini terkait geopolitik saja,” ucap Adi Harsono.
” Tadinya juga kita mempertimbangkan teknologi Jepang. Tapi syaratnya dari mereka sangat memberatkan. Ini kan B to B, jadi risikonya ada di perusahaan. Nah ini luar biasa,” terang Adi Harsono.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
