
Kondisi proyek pembangunan pendukung Jembatan Sidodadi di Desa Ketandan, Dagangan, Kabupaten Madiun.
JawaPos.com – Proyek bangungan pendukung jembatan Sidodadi di Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun yang sedang dikebut justru mengalami keterlambatan progress dari yang seharusnya.
Progres proyek yang seharusnya sudah mencapai 98 persen itu, nyatanya hingga saat ini baru mencapai titik 94 persen. Artinya, proyek Pemkab tersebut mengalami keterlambatan progres dari target sebesar empat persen.
“Realisasi sekarang 94 persen dari target seharusnya 98 persen,” kata Pelaksana Proyek PT Sumber Tirto Bening Eko Agus, seperti yang dikutip Radar Madiun (JawaPos Grup).
Menanggapi perihal progres proyek senilai Rp 1,7 miliar yang tak sesuai target ini, Eko menyebutkan hal tersebut terjadi karena beberapa kendala yang masuk akal dan tak dapat diubah.
Eko mengungkapkan kendala utama yang menghambat progres proyek bangunan pendukung jembatan Sidodadi itu adalah faktor dari cuaca yang saat ini diketahui memang sedang dalam musim penghujan.
Selain itu, permasalahan pada supply cor beton untuk talud juga menjadi kendala yang menyebabkan progress proyek molor.
Eko menyebut cor beton dari pabrikan tersebut mengalami keterlambatan di beberapa minggu terakhir.
Baca Juga: Dorong Pemerataan Pembangunan, Menteri Budi Karya Ungkap Peran Pelabuhan Patimban Harus Begini
Keterlambatan ini, membuat pengecoran sempat tidak bisa dilakukan. Bahkan, cor beton sempat tertunda 3-4 hari, padahal disaat yang sama bekisting atau kotak cetak telah disiapkan sebelumnya.
Lebih lanjut Eko mengungkapkan bahwa, secara keseluruhan, progres masih kurang enam persen lagi hingga deadline proyek pada 28 Desember mendatang.
“Kalau dari keseluruhan pekerjaan, ini masih kurang enam persen sebelum masa akhir kontrak pada 28 Desember nanti,” ujarnya.
Untuk mengatasi keterlambatan tersebut, Eko menyebut pihaknya akan lebih mengebut proyek bangunan pendukung jembatan Sidodadi dengan menambah pekerja dan jam kerja untuk lembur.
“Sisa enam hari ini akan kami kebut dengan tambah pekerja maupun jam kerja untuk lembur,” tandas Eko.
Sementara itu, pengawas dari CV Citra Laras Konsultan, Winarko mengatakan bahwa pekerjaan talud setinggi 6,5 meter dengan lebar 7 meter itu bakal selesai tepat waktu.
Mengingat pekerjaan yang tersisa bukan pekerjaan berat, sehingga dapat diselesaikan secepatnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
