Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 November 2023 | 17.44 WIB

Viral Penumpang Tolak Pakai Face Recognition dan Harus Masuk 10 Menit Sebelum Berangkat, Begini Respon KAI

Stasiun Bandung./KAI - Image

Stasiun Bandung./KAI

JawaPos.com - Postingan seorang penumpang KAI di media sosial X ketika menolak menggunakan Face Recognition Boarding Gate di stasiun, menjadi viral.

Sampai saat ini, postingan tersebut sudah mendapatkan 7 ribu repost dan 22 ribu likes sejak pertama kali diunggah pada Minggu (19/11) pukul 10.55 WIB.

Akun @fchkautsar yang memposting cerita tersebut mengatakan bahwa penumpang KAI yang tidak mau menggunakan Face Recognition Boarding Gate untuk masuk ke area boarding stasiun, baru boleh masuk 10 menit sebelum kereta berangkat.

Kejadian tersebut diterangkan Fachrial Kautsar sebagai pemilik akun itu, terjadi di Stasiun Bandung.

Mengenai hal tersebut, pihak KAI melalui akun media sosial X resmi @KAI121, merespon postingan sang penumpang.

Pihak KAI memohon maaf atas kekeliruan informasi yang disampaikan petugas Stasiun Bandung di pintu utara, terkait ketentuan boarding bagi penumpang yang tidak menggunakan boarding face recognition.

Disampaikan, bahwa penumpang yang ingin boarding secara manual, tetap diperbolehkan masuk ke dalam stasiun apabila sudah memasuki 1 jam sebelum keberangkatan.

KAI juga mengatakan bahwa pihak mereka tidak memaksa penumpang untuk mendaftarkan face recognition, karena hal tersebut tidak bersifat wajib.

Penumpang pun dapat memilih prosedur boarding sesuai dengan keinginan dan kenyamanannya.

Pihak KAI juga akan menyampaikan kepada pihak manajemen Stasiun Bandung untuk melakukan evaluasi dan pembinaan kepada petugas di lapangan, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Sang penumpang kemudian kembali merespon dengan mengatakan bahwa ia sudah memastikan sebanyak dua kali pada petugas yang berbeda.

“Dan jawabannya sama: 10 menit sebelum keberangkatan (baru boleh masuk jika tidak menggunakan Face Recognition Boarding Gate). Saat ditanya kenapa aturannya gitu, jawabannya cuma: “SOP-nya seperti itu”,” katanya.

Fachrial Kautsar juga mengatakan bahwa petugas selalu mengatakan bahwa mendaftar Face Recognition adalah hal yang wajib dilakukan, seolah tidak ada opsi masuk lewat scan barcode tiket saja.

Dilansir dari website KAI, Face Recognition Boarding Gate merupakan fasilitas layanan boarding pada area pemeriksaan tiket yang dilengkapi dengan kamera.

Face Recognition Boarding Gate akan mengidentifikasi dan memvalidasi identitas seseorang melalui pemindai wajah yang datanya sudah diintegrasikan dengan data tiket milik penumpang yang ada pada sistem boarding KAI.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore