
BIAYA MEMBENGKAK: Kondisi terkini Seksi V Tol Balsam di Batakan, Balikpapan Timur. Pengerjaan fokus pada penanganan jalan yang ambles sepanjang 650 meter. Konstruksi memakan waktu karena penguatan badan jalan menggunakan tiang pancang. (FUAD MUHAMMAD/KALT
JawaPos.com - Ruas Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) sudah sebulan lebih dioperasikan. Tepatnya, sejak 19 Desember 2019. Bertepatan dengan musim libur Natal dan tahun baru (Nataru). Namun hingga kini, besaran tarif jalan bebas hambatan pertama di Kalimantan itu belum ditetapkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Molornya penetapan tarif dikarenakan perubahan nilai investasi akibat konstruksi jalan. Sebelumnya, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR menjanjikan penetapan tarif akan diputuskan pada bulan ini. Dengan perkiraan pekan ketiga Januari 2020. Namun memasuki masa yang dijanjikan, belum ada tanda-tanda besaran tarif masuk yang akan dikenakan.
“Ditunggu saja,” kata Kepala BPJT Kementerian PUPR Danang Parikesit seperti dikutip Kaltim Post (Jawa Pos Group), Kamis (23/1).
Dia menerangkan, pembahasan tarif tol masih berlanjut. Menurutnya, ada beberapa perubahan lingkup investasi yang muncul. Karena kondisi lapangan, khususnya tanah lunak pada konstruksi Tol Balsam.
Seperti diketahui, pada Seksi I, ruas Km 13 (Balikpapan Utara) dengan Km 38 di Samboja, Kukar sepanjang 22,03 kilometer, masih menyisakan pekerjaan konstruksi jalan sekira 2,2 kilometer. Penanganan fokus pada tanah lunak akibat sedimentasi tanah. Sehingga perlu penguatan konstruksi.
Biaya pembangunan Seksi I bersumber dari APBD Kaltim sebesar Rp 1,5 triliun dan APBN sebesar Rp 271 miliar. Sementara Seksi V, ruas Batakan, Balikpapan Timur hingga Km 13 di Balikpapan Utara sepanjang 11,09, menyisakan sekira 650 meter yang masih dalam proses pengerjaan konstruksi. Pada lokasi tersebut, sempat mengalami longsor. Sehingga dilakukan penguatan badan jalan dengan bore pile atau fondasi menggunakan tiang pancang.
Sehingga butuh waktu pengerjaan yang relatif lama. Dengan mempertimbangkan penyiapan desain dan anggaran. Adapun sumber pembangunan Seksi V menggunakan APBN yang berasal dari pinjaman Pemerintah Tiongkok sebesar Rp 848,55 miliar. “Jadi membutuhkan teknologi fondasi jalan dan jembatan yang lebih kompleks,” tutup dia.
Belum ditetapkannya tarif Tol Balsam turut berdampak pada kinerja pendapatan PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) selaku operator. Pasalnya sejak resmi dibuka sejak 19 Desember 2019, kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Samboja maupun Gerbang Tol Palaran, masih belum dikenakan biaya. Alias gratis. Sehingga selama sebulan terakhir, Tol Balsam masih belum menyumbangkan kontribusi bagi PT JBS.
“Dari sisi kinerja tidak boleh turun. Harus masih dalam koridor standar pelayanan minimum. Itu menjadi komitmen kami selaku BUJT (Badan Usaha Jalan Tol),” terang Adik Supriatno, Direktur Administrasi dan Keuangan PT JBS.
Dengan demikian, kendaraan yang melintas masih digratiskan. Diketahui, PT JBS selaku operator Tol Balsam baru mengoperasikan Seksi II hingga Seksi IV yang menghubungkan Samboja di Kukar dan Palaran di Samarinda, sejak sebulan lalu. Sementara Seksi I dan V yang berada di Balikpapan masih dalam tahap penyelesaian. Pembangunan jalan bebas hambatan sepanjang 99,35 kilometer ini telah menelan biaya pembangunan sekira Rp 9,9 triliun. Dan ditargetkan bakal difungsikan sepenuhnya sebelum libur Lebaran mendatang. Tepatnya Mei 2020.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
