Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Februari 2026, 15.44 WIB

Viral Adik Keisya Levronka Jatuh dari Lantai 6 Kampus, Ibunda Tagih Tanggung Jawab

Keluarga Keisya Levronka. (Instagram: levihavron) - Image

Keluarga Keisya Levronka. (Instagram: levihavron)

JawaPos.com - Viral di media sosial terkait adik Keisya Levronka, Lexi Valleno Havlenda, jatuh dari lantai 6 di salah satu universitas di Jakarta. Kejadian tersebut mengakibatkan cedera yang cukup serius.

Insiden adik Keisya Levronka jatuh dari lantai 6 di kampusnya terjadi sekitar 2 tahun lalu. Sang ibunda terpaksa memviralkannya di media sosial karena merasa tidak ada tanggung jawab sama sekali dari pihak kampus.

"Sepertinya memang harus melalui sosial media ya untuk berkomunikasi dengan kalian. Mengingat sudah 2 tahun berlalu begitu saja tanpa penyelesaian pasti dan kesulitan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait," tulis ibunda Keisya Levronka, Levi Leonita Davies, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @levihavron.

"Mungkin kalian lupa karena terlalu sibuk ya. Baik karena sulit sekali berkomunikasi dengan kalian, saya akan ingatkan di sini,” imbuh Levi Leonita Davies.

Dia bercerita anaknya Lexi Valleno mengambil jurusan hukum dan bergabung dalam organisasi mahasiswa hukum pecinta alam. Saat itu, Lexi yang merupakan angkatan tahun 2023, melakukan latihan caving atau susur gua di kampus tersebut dan tiba-tiba mengalami insiden jatuh dari lantai 6 diduga akibat peralatan yang gagal dalam memberikan keselamatan.

“Pada bulan April 2023, ananda tersebut mengikuti kegiatan latihan caving, dan kegiatan tersebut dilakukan di gedung kampus. Singkat cerita pada hari itu juga ananda terjatuh dari lantai 6 gedung kampus dikarenakan pengaitnya terlepas,” cerita Levi Leonita Davies.

Dia sangat menyesalkan penangangan yang dinilai tidak tepat terhadap anaknya usai terjadinya kecelakaan. Pertolongan pertama yang cukup menentukan gagal dilakukan dengan baik dan hal itu diduga mengakibatkan cedera lebih parah kepada adik Keisya Levronka.

“Shock setelah dengar cerita bahwa ternyata untuk penanganan pertamanya saja sudah salah. Bayangkan anak saya yang jatuh dari lantai 6 gedung kampus dibopong lalu didudukkan di kursi roda dan didorong ke kendaraan (taxi online) dan ditidurkan lagi di taxi online,” ungkap Levi.

“Pertanyaannya adalah kenapa tidak panggil ambulance sedangkan panggil taxi online pun sama-sama butuh waktu untuk menunggu. Dan kenapa anak saya diangkat dan didudukkan, yang mungkin jika itu tidak dilakukan cederanya tidak fatal seperti ini,” imbuhnya.
 
Insiden cukup serius yang dialami adik Keisya Levronka tersebut dinilai tidak mendapat tanggapan yang serius dari pihak kampus. Padahal menurut Levi, pihak kampus seharusnya bertangungjawab mengingat kegiatan mahasiswa berada di bawah naungan universitas tersebut.

Pihak keluarga menunggu tanggung jawab dari pihak kampus, namun sayangnya tidak kunjung ada sampai 2 tahun berlalu. Pahadal, keluarga Keisya Levronka sudah beberapa kali menjalin komunikasi untuk tujuan meminta tanggung jawab pada pihak kampus.

“Lalu siapa yang bertanggung jawab? Yah tidak ada, saling lempar dan janji-janji tak pasti. Bahkan sampai saat ini dan entah sampai kapan anak saya masih harus kontrol beberapa spesialist, terapy syaraf dan obat jalan,” tuturnya.

Editor: Abdul Rahman
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore