
Insanul Fahmi respons kabar yang sempat beredar terkait Inara Rusli sedang hamil muda. (Instagram: @insanulfahmi)
JawaPos.com - Insanul Fahmi memberikan tanggapan atas beredarnya video rekaman kamera CCTV yang diduga memperlihatkan adegan panas dirinya bersama Inara Rusli, sampai video itu jatuh ke tangan istri sahnya, Wardatina Mawa.
Insanul Fahmi mengklaim bahwa rekaman kamera CCTV itu tidak lagi sesuai dengan aslinya karena telah dilakukan proses editing.
"Banyak diedit, bahkan foto-foto yang ada lagi ciuman, nggak tahu itu dari case aku atau bukan, sudah banyak berseliweran di explore. Sebelum ada case ini, ada video CCTV-CCTV lain," kata Insanul Fahmi.
Menurut Insanul Fahmi, video yang beredar sudah melalui proses editing yang cukup banyak, sehingga tidak lagi mencerminkan video aslinya. Bahkan, kata pria yang nekat melakukan praktik poligami tanpa memberi tahu istri sahnya itu, proses pengeditan video menggunakan artificial intelligence (AI).
Dari 6 orang yang diduga terlibat dalam penyebaran video CCTV, Insanul Fahmi mengakui ada orang terdekat dari Inara Rusli yang sudah cukup lama bekerja. Kendati demikian, dia enggan mengungkapkan nama karena khawatir nantinya malah bikin gaduh atau berakibat kepada permasalahan hukum.
"Aku nggak menyangka juga. Aku nggak tahu ada keinginan apa, ada niat apa di balik itu. Tapi biar nanti diperiksa sama penyidik," kata Insanul Fahmi.
Dia juga memberikaan respons soal pernyataan pihak Wardatina Mawa tidak terlibat dalam kasus penyebaran rekaman kamera CCTV yang diduga mengandung konten dewasa.
"Aku bersyukur kalau Mawa tidak terlibat, biar orang-orang di belakangnya saja yang kita proses," ungkapnya.
Wardatina Mawa dan Inara Rusli saling membuat laporan polisi buntut atas konflik panas yang terjadi antara mereka.
Wardatina Mawa melaporkan Inara Rusli dan Insanul Fahmi ke Polda Metro Jaya atas kasus dugaan perselingkuhan dan perzinaan. Laporan dibuat pada Sabtu, 22 November 2025. Mawa melengkapi laporannya tersebut dengan menyerahkan bukti berupa rekaman kamera CCTV.
Inara Rusli merespons laporan Mawa dengan juga membuat laporan polisi di Bareskrim Polri atas kasus dugaan tindak pidana akses ilegal (illegal access). Laporan dibuat ada 26 November 2025, terdaftar dengan nomor LP/B/581/XI/2025/SPKT/BARESKRIM POLRI.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
