
Aditya Zoni yakin kakaknya, Ammar Zoni,bukan pengedar narkoba. (Instagram: real_aditya1)
JawaPos.com - Aditya Zoni selaku adik kaget tak kepalang usai mendengar kabar bahwa Ammar Zoni dipukul hingga disetrum dipaksa untuk mengakui perbuatan yang tidak dia lakukan, terkait kasus dugaan peredaran narkoba di dalam Rutan Salemba Jakarta Pusat. Kejadian kasus peredaran narkoba tersebut terjadi pada akhir tahun 2024 dan awal tahun 2025.
Menurut Aditya Zoni, jika benar tindakan itu terjadi kepada Ammar Zoni, tindakan itu sangat tindak pantas dan termasuk perbuatan yang tidak dapat dibenarkan.
"Kalau memang itu yang terjadi, sangat disayangkan gitu ya. Betapa hancurnya negeri ini gitu loh. Kalau pengakuannya itu dengan penuh intimidasi, berarti yang di BAP itu bukan bukan omongan dari Bang Ammar secara bebas," kata Aditya Zoni.
Adit mengaku belum pernah mendengar cerita perihal pemukulan dan penyetruman dari Ammar Zoni sebelumnya. Dia baru mengetahuinya setelah bintang sinetron 7 Manusia Harimau memberikan pernyataan di hadapan majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kemarin.
"Ini baru pertama kali aku tahu. Kan waktu dari BAP sudah nggak ada hubungan lagi, sudah nggak ada kotak-kotakan lagi. Jadi baru tahu ada kayak gini," tutur Aditya Zoni.
Momen pertemuan antara Ammar Zoni dengan Aditya Zoni di persidangan terasa sangat mengaharukan, kemarin. Keduanya mencurahkan rasa kangen setelah cukup lama tidak saling bertemu.
Mereka bahkan sempat menitikkan air mata sambil berpelukan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Adit mengaku bahwa Ammar Zoni tidak banyak bicara kepada dirinya. Dia hanya menyampaikan pesan ke Adit untuk selalu memberikan dukungan.
"Bang Ammar cuma bilang, maafin gua ya, support gua, jangan lupa sama anak-anak gua gitu. Itu saja sih," kata Aditya Zoni.
Diketahui, Ammar Zoni membuat pengakuan mengejutkan di persidangan bahwa dirinya dan terdakwa lain dipukul hingga disetrum dipaksa untuk mengakui perbuatan yang tidak mereka lakukan. Ammar mengaku barang bukti narkoba yang ditemukan di atas pintu sel tahanan bukan miliknya.
Mendapat penekanan dan penyiksaan, Ammar Zoni akhirnya memberikan keterangan dalam BAP yang tidak sesuai dengan keinginannnya.
Untuk membuktikan ada tidaknya penyiksaan terhadap dirinya, Ammar Zoni memohon kepada majelis hakim untuk dihadirkan rekaman kamera CCTV pada tanggal 3 Januari 2025 dari Rutan Salemba Jakarta Pusat.
"Kami minta tolong untuk dihadirkan rekaman CCTV Yang Mulia, karena disitu ada CCTV. Kita dipukul, disetrum, dipaksa untuk mengaku. Tadi dibilangnya tanggal 3 Januari (kejadiannya)," ungkap Ammar Zoni.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022