
Influencer atau selebgram Jerome Polin. (Istimewa)
JawaPos.com - Jerome Polin, YouTuber sekaligus orang yang memiliki minat tinggi pada ilmu matematika, menyampaikan hal yang sangat mengejutkan terkait deforestasi yang terjadi di Indonesia dalam 20 tahun terakhir.
Bukan sekarang menunjukkan angka statistik tanpa makna, Jerome Polin berhasil menunjukkan ke publik betapa sangat mengerikannya deforestasi yang terjadi di Indonesia selama 20 tahun belakangan lewat penjelasannya yang memukau.
"Dalam 20 tahun terakhir, Indonesia mengalami deforestasi sebanyak 10 juta hektare (Ha). 10 juta Ha itu adalah 100 ribu km kuadrat. Supaya lebih kebayang, 100 ribu km kuadrat itu kita konversikan ke meter kuadrat jadinya 100 miliar meter kuadrat," kata Jerome Polin dalam unggahannya di Threads.
Pria berusia 27 tahun tersebut kemudian menghadirkan bayangan yang lebih nyata terkait hutan yang telah digunduli dalam 20 tahun terakhir dengan memberikan perbandingan. Menurut Jerome, angka 10 juta Ha setara dengan 14 juta lapangan sepak bola dengan luas lapangan sekitar 7.149 meter kuadrat.
"Bayangin betapa luasnya. Sekarang kita hitung Pulau Bali. Luas Pulau Bali itu 5.780 kilometer kuadrat, kira-kira 17,7. Jadi, hampir sekitar 18 kalinya Pulau Bali guys," imbuhnya.
Tak hanya itu, Jerome Polin juga memberikan perumpamaan seandainya luas hutan yang telah digunduli sebesar 10 juta Ha itu digunakan untuk membangun jalan dari bumi menuju bulan.
"Kalau dijadiin luas jalan dengan lebar 1 meter, jadinya 100 juta kilo meter. Dan kalian tahu nggak jarak bumi ke bulan itu cuma 384.400 km. Artinya, kalau kita mau bikin jalan dari bumi ke bulan, kita bagi 100 juta dengan 384.400, hasilnya adalah 160 kali kita bisa bangun jalan dari bumi ke bulan. Kalau kita mau PP dari bumi ke bulan 130 kali dengan luas segini," paparnya.
Bagi Jerome Polin, angka 100 juta Ha deforestasi hutan yang terjadi di Indonesia dalam 20 tahun terakhir bukan cuma sekadar statistik. Tapi ini berkaitan dengan kelangsungan hidup banyak orang.
"Ini adalah hutan yang dibabat di Indonesia yang seharusnya hutan itu bisa menjaga kita semua dari banyak bencana. Pilihan kita cuma dua yaitu melindungi atau kehilangan segalanya," ungkap Jerome Polin.
Diketahui, banjir dan longsor di Sumatera yang terjadi beberapa waktu belakangan diduga akibat penggundulan hutan yang dilakukan untuk kepentingan bisnis. Akibatnya, banyak nyawa tak berdosa meninggal dunia dan banyak rumah rusak diterjang banjir dan longsor.
Berdasarkan data BNPB per Minggu (7/12), sebanyak 921 orang dinyatakan meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Ada sekitar 392 orang dilaporkan masih hilang tidak dapat dihubungi dan 975.079 orang berada di tempat pengungsian.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
