Kristen Stewart (IMDb)
JawaPos.com – Aktris sekaligus sutradara Kristen Stewart mengecam industri Hollywood atas perlakuan buruk terhadap pembuat film perempuan.
Dilansir dari laman Variety pada Kamis (6/11), Kristen Stewart menyampaikan kritik tajam tersebut dalam pidato utamanya di acara Women’s Luncheon yang diselenggarakan oleh Academy dan Chanel di Los Angeles.
Dalam kesempatan tersebut, Stewart menyoroti bahwa setelah gerakan MeToo, kemajuan yang sempat dirasakan oleh perempuan kini justru mengalami kemunduran signifikan.
Stewart mengungkapkan kekecewaannya terhadap Hollywood yang gagal memenuhi janji untuk memberi ruang setara bagi perempuan dalam berkarya.
Menurut Stewart, cerita-cerita yang dibuat oleh perempuan masih dianggap terlalu gelap dan tabu oleh para pengambil keputusan di industri film.
Kristen Stewart menilai bahwa kejujuran perempuan dalam menggambarkan pengalaman hidup mereka justru seringkali ditolak dengan alasan tidak sesuai pasar.
Baca Juga: Kristen Stewart Membaca Keras
Dalam pidatonya, Stewart dengan nada emosional menyatakan bahwa pembungkaman terhadap perspektif perempuan merupakan bentuk kekerasan yang tidak disadari.
Kristen Stewart menegaskan bahwa perempuan seharusnya diizinkan untuk mengekspresikan diri tanpa rasa takut akan penolakan. Stewart bahkan secara tegas menyebut bahwa kemarahan atas ketidakadilan ini merupakan hal yang sah dan perlu disuarakan.
Kristen Stewart juga menyoroti bahwa kemajuan singkat pasca-MeToo kini berbalik arah menjadi kemunduran yang menyedihkan.
Menurut Stewart, meski banyak film tahun lalu dibuat oleh perempuan, jumlah tersebut masih sangat sedikit dibandingkan karya yang didominasi laki-laki. Ia menambahkan bahwa situasi ini membuktikan masih kuatnya dominasi “klub anak laki-laki” dalam industri hiburan.
Dalam suasana yang penuh dukungan, Stewart mengajak para perempuan untuk terus memperjuangkan ruang mereka di dunia perfilman.
Kristen Stewart menegaskan pentingnya solidaritas antarperempuan agar tidak mudah terjebak dalam tokenisasi atau pencitraan semata. Stewart bahkan mendorong perempuan untuk menciptakan sistem dan “mata uang” sendiri yang menghargai karya mereka secara autentik.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
