
Uya Kuya (YouTube @curhatbang)
JawaPos.com - Uya Kuya sempat menjadi korban penjarahan beberapa waktu lalu. Barang-barang yang ada di rumahnya yang terletak di bilangan Duren Sawit Jakarta Timur, habis tidak tersisa diambil para penjarah.
Yang bikin Uya Kuya kecewa, barang-barang yang diambil bukan hanya miliknya dan istri. Tapi juga barang-barang milik orang tua, mertua, asisten rumah tangga, hingga barang milik anaknya juga diambil para penjarah.
Uya Kuya menegaskan, dirinya tidak marah dan kecewa karena teman-temannya tidak membelanya saat dia menjadi sasaran kemarahan publik rumahnya dijarah massa. Uya sadar betul situasi yang dialaminya pada saat itu memang sangat sulit dan posisinya sedang tersudutkan.
"Siapapun yang belain gua itu diserang. Sampai ada orang yang pernah gua bantu, anak balita tangannya diamputasi gara-gara malapraktik. Dia cuma bilang mas Uya turut prihatin gini gini gini, itu diserang, anaknya dikatain. Sampai segitu parahnya," kata Uya Kuya dalam podcast di kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo.
"Jadi gua ngerti kalau ada teman-teman gua diam, memang mendingan diam. Karena siapapun yang bela gua, yang ngucapin prihatin saja diserang," imbuh Uya Kuya.
Meski begitu, Uya Kuya mengaku kecewa ke teman yang ternyata ikut menjelek-jelekkan dirinya di media sosial.
"Yang gua kecewa adalah orang-orang yang kenal gua, orang yang tahu gua, itu justru malah ikut menghujat, menyerang di akun-akun orang. Kalau di akun gua mereka baik-baik," kata Uya Kuya.
Dia sangat kecewa ke temannya yang justru bertindak sebagai provokator ikut memanas-manasi di tengah situasi sedang panas. Menurut Uya Kuya, ada temannya yang justru meminta agar rumah Uya di Amerika supaya turut diserang.
"Ada orang yang gua kenal, orang yang pernah gua bantu saudaranya, malah ngata-ngatain dan memprovokasi suruh serang rumah gua juga di Amerika," kata Uya Kuya.
Pernyataan Uya tersebut membuat Denny Sumargo kaget. Dia pun berusaha meyakinkan apakah hal itu memang benar-benar terjadi. Uya Kuya menegaskan bahwa apa yang dia ceritakan itu memang benar-benar terjadi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
