Potret Chen, Baekhyun, dan Xiumin (x.com/weareoneEXO)
JawaPos.com - Tiga anggota subunit EXO, yaitu Chen, Baekhyun dan Xiumin (dikenal sebagai CBX) kembali menghadapi hasil kurang menguntungkan dalam konflik hukum jangka panjang mereka dengan agensi SM Entertainment.
Menurut dokumen yang dirilis publik, mereka sudah kalah dalam enam persidangan atau proses administratif utama terkait upaya membatalkan kontrak eksklusif mereka dengan SM.
Putusan pengadilan, keputusan polisi, dan pemberitahuan dari Komisi Perdagangan Adil Korea (KFTC) serta Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata (MCST) secara konsisten menemukan "tidak ada bukti" bahwa SM terlibat dalam praktik ilegal atau penipuan.
Di salah satu putusan terbaru, Pengadilan Distrik Timur Seoul menilai bahwa permintaan ChenBaekXi untuk pengungkapan dokumen hanyalah sarana untuk menekan psikologis SM dan tidak sesuai dengan perintah pengadilan (injuksi).
"Sarana untuk menekan SM secara psikologis dan bertentangan dengan sifat sementara dari perintah tersebut," tulis putusan tersebut mengutip dari Allkpop.
Konflik ini dimulai pada Juni 2023 ketika CBX (Chen, Baekhyun dan Xiumin) mengklaim bahwa kontrak eksklusif yang mereka tanda-tangani bersifat tidak adil dan terlalu panjang.
Mereka menuduh telah dipaksa untuk menandatangani kontrak jangka panjang yang tidak adil dan menuntut pemutusan kontrak mereka dengan SM.
Kemudian dibulan yang sama, kedua belah pihak menandatangani "Perjanjian 6·18" yang menegaskan keabsahan kontrak dengan membagi kegiatan mereka menjadi beberapa bagian: kegiatan penuh EXO di bawah SM, sementara kegiatan unit atau solo CBX akan tetap berjalan di bawah label mereka sendiri, INB100. Mereka juga sepakat bahwa SM akan menerima 10% dari pendapatan aktivitas mereka pribadi.
Namun, setelah mereka gagal membayar persentase ini, SM mengajukan gugatan pada Juni 2024 untuk penegakan kontrak. CBX mengajukan gugatan balik dengan klaim misrepresentasi tetapi polisi memutuskan untuk tidak mendakwa dan kejaksaan kemudian membatalkan kasus tersebut karena tidak cukup bukti.
Bahkan mereka meminta pengajuan dokumen yang mencakup 13 tahun akuntansi, tetapi pengadilan menganggap permintaan terlalu luas dan pada akhirnya menolaknya.
Selain itu, ketiga member EXO tersebut telah mengajukan keluhan kepada MCST dan KFTC dengan klaim SM gagal mengungkapkan catatan akuntansi serta kontrak yang tidak adil dan pelanggaran subsidi. Hasilnya sama, pihak lembaga tidak menemukan kesalahan. (*)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
