
Rumah Uya Kuya ditutup dengan seng gelombang. ( Abdul Rahman/JawaPos.com)
JawaPos.com - Rumah artis Uya Kuya menjadi sasaran penjarahan massa tak dikenal pada akhir pekan lalu. Barang-barang yang ada di dalam rumah dicuri oleh massa, padahal perbuatan tersebut merupakan tindakan terlarang dan termasuk perbuatan tindak pidana.
Fatimah, salah satu warga sekitar rumah Uya Kuya mengatakan, dirinya dan beberapa warga lainnya sempat tidak sadar dengan lalu lalang kendaraan ke rumah Uya Kuya. Pasalnya, sekitar 200 meter dari rumah Uya Kuya, ada acara dangdutan.
"Acara dangdutannya lumayan besar, ada panggung dan segala macam," katanya kepada JawaPos.com di bilangan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Selasa (2/9).
Menurut dia, acara dangdutan itu merupakan bagian dari puncak acara 17 Agustusan yang digelar setiap tahun oleh warga di sana. Orang-orang berlalu lalang dengan menggunakan kendaraan roda dua sempat dikira datang ke acara dangdutan.
Mereka baru sadar ternyata telah terjadi penjarahan di rumah Uya Kuya ketika barang-barang yang ada di dalam rumah dibawa. Warga sekitar tidak berani untuk terlalu mendekat karena khawatir akan keselamatan mereka.
"Kita cuma melihatnya dari jauh, takut juga. Banyak warga di sini nggak keluar rumah buat melihat karena kasihan (sama Uya Kuya). Nggak tega," katanya.
Setelah terjadi penjarahan oleh massa tak dikenal, rumah mewah Uya Kuya kini tak ditempati. Ada dua tukang bekerja di rumah Uya menutup pagar depan rumah yang rusak dengan seng gelombang.
Meski rumah Uya Kuya tak ditempati, terdapat sejumlah petugas yang selalu memantau rumah Uya baik pada siang ataupun malam hari untuk mengantisipasi hal tak diinginkan kembali terjadi.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
