Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 September 2025 | 22.49 WIB

Jessie J Harus Jalani Operasi Kedua Kanker Payudara, Tur Eropa dan AS Ditunda

Penyanyi Jessie J akan menjalani operasi kedua untuk kanker payudaranya (Instagram @jessiej) - Image

Penyanyi Jessie J akan menjalani operasi kedua untuk kanker payudaranya (Instagram @jessiej)

JawaPos.com - Kabar sedih sekaligus mengejutkan datang dari penyanyi Jessie J. Pelantun lagu 'Bang Bang' itu harus menunda tur di Eropa dan Amerika Serikat karena akan menjalani operasi kedua kanker payudara.

Penyanyi bernama asli Jessica Ellen Cornish ini mengabarkan kondisi kesehatannya melalui akun Instagramnya, @jessiej, pada 29 Agustus 2025.

Dalam unggahan video, ia menuturkan bahwa dirinya merasa frustrasi dan sedih karena menunda turnya.

"Tapi, ya sudahlah, aku harus lebih baik. Aku harus sembuh, jadi aku menunda turnya sampai tahun depan," kata Jessie J dengan mata yang tampak berkaca-kaca.

Unggahan itu langsung mendapat dukungan dari sesama penyanyi, Meghan Trainor, yang mengomentari, "You First Queen You First." Komentar dari pelantun lagu 'No Excuse' ini langsung disukai oleh Jessie J.

Jessie J pertama kali mengumumkan kondisi kesehatannya sebelum merilis lagu 'No Secrets' pada April lalu.

Dilansir dari Entertainment Weekly, ia berencana menjalani operasi kedua untuk kanker payudaranya pada akhir tahun ini.

"Tidak terlalu serius, tapi harus dilakukan di akhir tahun ini," ujar pelantun lagu 'Price Tag' itu.

Faktor dan Gejala Kanker Payudara

Penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang mengidapnya, sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Kesehatan. 

Pertama terkait usia, saat usia perempuan bertambah maka ada risiko payudara meningkat. Kedua berkaitan dengan riwayat keluarga. Apabila ada anggota keluarga dekat yang terkena kanker payudara atau sedang mengidap kanker payudara, hal itu bisa meningkatkan risiko juga.

Kemudian, faktor hormonal seperti menstruasi yang dimulai dari usia lebih muda, menopause terlambat, atau pemakaian terapi hormon pengganti pasca-menopause juga turut memengaruhi risiko kanker payudara.

Ada beberapa gejala yang bisa menjadi sinyal awal seseorang terkena kanker payudara, di antaranya benjolan, pembengkakan di area ketiak, perubahan warna kulit payudara (seperti kemerahan atau pengerutan), dan nyeri di payudara.

Menurut World Health Organization (WHO), pada tahun 2022 diperkirakan ada 2,3 juta perempuan di seluruh dunia yang didiagnosis menderita kanker payudara, dan 670.000 di antaranya meninggal dunia karena penyakit ini.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore