Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Juli 2025 | 21.28 WIB

Pemandu Ali Musthafa Ungkap Detik-detik Juliana Marins Jatuh dari Gunung Rinjani

Ali Musthafa, orang yang menjadi pemandu wisata menjelaskan detik-detik saat Juliana Marins terjatuh di Gunung Rinjani. (Youtube Densu) - Image

Ali Musthafa, orang yang menjadi pemandu wisata menjelaskan detik-detik saat Juliana Marins terjatuh di Gunung Rinjani. (Youtube Densu)

JawaPos.com - Ali Musthafa, orang yang menjadi pemandu wisata menjelaskan detik-detik saat Juliana Marins terjatuh di Gunung Rinjani dan kemudian dinyatakan meninggal dunia.
 
Ali menjelaskan bahwa Juliana Marins, turis asal Brasil itu memang berada di bawah arahannya secara langsung saat menaiki Gunung Rinjani. Juliana kala itu di dalam rombongannya bersama 5 orang lainnya dari sejumlah negara.

"Saya bawa bawa 6 orang. Juliana itu sendirian, dia tidak sama temannya. Hari pertama semuanya baik-baik saja sampai di pelawangan. Sempat bermalam dulu, hari kedua baru melanjutkan pendakian ke puncaknya," kata Ali dalam podcast di kanal YouTube Denny Sumargo.

Sejak awal perjalanan mendaki, Ali sudah merasakan kondisi fisik Juliana memang tidak terlalu kuat untuk mendaki. Diantara teman-teman lainnya dalam rombongan, yang paling lemah secara fisik adalah Juliana Marins.

Saat mendaki di track kedua pada waktu pagi-pagi buta untuk mengejar indahnya pagi hari di atas gunung, Juliana Marins selalu berada di paling belakang. Dia pun sempat beristirahat kecapekan sebelum melanjutkan perjalanan mendaki Gunung Rinjani.

Perjalanan kemudian sampai pada titik dimana Juliana Marins merasa harus beristirahat. Sementara dia sudah tertinggal cukup jauh dari pada 5 orang lainnya. Ali yang saat itu menemaninya meminta izin ke Juliana untuk menyusul 5 orang lainnya terlebih dahulu yang sudah berada cukup jauh di depan.

Ali meminta Juliana beristirahat sebentar untuk memulihkan kondisi fisiknya. Dia pun meminta Juliana menyusul dan akan ditunggunya di depan. Sayangnya, Juliana tidak kunjung datang.

"Setelah 30 menit saya menunggu tapi si Juliana ini nggak kunjung datang, saya lari ke bawah. Di tempat dia istirahat, saya tidak melihat Juliana," kata Ali Musthafa.

Dia kemudian melihat ke arah jurang yang lokasinya tidak jauh dari tempat Juliana beristirahat. Setelah mengamati, meski tak melihat sosoknya di dalam jurang, dia pun memiliki keyakinan Juliana telah terjatuh ke sana.

"Saya lihat cahaya senter yang dipakai Juliana di kepala di ketinggian 150 meter ke bawah. Cuma beda beberapa langkah dari Juliana istirahat sama tempat jatuhnya," tuturnya.

Ali sangat panik mengetahui Juliana ternyata terjatuh. Dia kemudian mengambil tas yang sempat ditinggalkannya saat menunggu Juliana. Karena di tas itu ada perangkat komunikasi. Dia harus memberi kejadian ini ke perusahaan tempat kerjanya. 

"Saya benar-benat panik. Setelah tahu, saya balik ambil tas saya. Saya ambil HP, saya kasih informasi ke perusahaan tempat saya bekerja bahwa Juliana jatuh," tutur Ali Musthafa.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore