Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Oktober 2024 | 17.45 WIB

Bantah Menyekap Kimberly Ryder, Edward Akbar: Putar Balikkan Fakta

Kimberly Ryder dan Edward Akbar. (instagram: edward_akbar) - Image

Kimberly Ryder dan Edward Akbar. (instagram: edward_akbar)

JawaPos.com - Edward Akbar membantah pernyataan Kimberly Ryder bahwa dirinya telah melakukan penyekapan terhadap sang istri di rumah. Dia menganggap tudingan itu merupakan kebohongan yang nyata dan termasuk perbuatan fitnah.

"Maaf ya, mohon maaf sekali. Putar balikan fakta? Apa fitnah-fitnah dan bohong ini perlu saya keluarkan bukti-bukti CCTV? Banyak sekali lho," tulis Edward Akbar di akun media sosialnya.
 
Dia pun mengingatkan Kimberly Ryder untuk tidak bicara bohong apalagi melakukan tindakan menjurus ke arah fitnah. Karena setiap perbuatan yang dilakukan manusia akan mendapat konsekuensi di akhirat kelak.
 
 
"Fitnah itu berbahaya, jangan main-main. Kita semua akan mati dan dihisab," katanya.
 
Selain itu, dia juga mengingatkan bahaya berkata bohong dan fitnah serta berbuat kasar di depan anak. Seorang ibu, lanjut Edward, merupakan madrasah pertama bagi anak dimana anak akan belajar, mencermati, bahkan meniru apa yang dilakukan seorang ibu.
 
Membantah tudingan Kimberly Ryder soal penyekapan, Edward Akbar justru menyebut Kimberly  melakukan tindakan tidak terpuji kepada anak-anaknya. Seperti bicara kasar, berkata tidak pantas, hingga melakukan tindakan kekerasan.
 
"Tentang dorong anak dari tangga, kasar bicara alat kelamin dengan nada kasar depan anak. Bentak yang tidak wajar, sampai bilang siap masuk neraka dengan tegasnya. Banyak Iho. Saya cuma pengen jujur saja, jangan bohong," kata Edward Akbar.
 
 
Sebelumnya,  Kimberly Ryder membuat pengakuan mengejutkan bahwa dirinya pernah mengalami KDRT hingga menjadi korban penyekapan dari suaminya, Edward Akbar.
 
Kejadian itu membuat Kimberly Ryder ketakutan dan merasa tidak aman berada di rumahnya bersama anak-anak. Alhasil, dia pun memutuskan keluar dari rumah bersama buah hatinya.
 
Kimberly Ryder mengaku jadi korban penyekapan hanya selang sehari setelah dirinya ditalak oleh Edward Akbar. Dia pun bersyukur karena ayah dan ibu sambungnya sigap menyelamatkannya. Mereka datang ke rumah minta bantuan polisi dari Polsek Payangan, Bali, supaya rumah bisa dibuka.
 
"Dia ganti gembok dan dia ambil semua kunci rumah. Saya nggak boleh keluar rumah. Dia takut saya keluar bawa anak-anak. Edward sempat dibawa ke kantor polisi (untuk dimintai keterangan)," ujar Kimberly.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore