Tamara Tyasmara bersama putra semata wayangnya, Dante./ Instagram: tamaratyasmara
JawaPos.com - Pada bagian tubuh Raden Adante Khalif Pramudityo atau kerap disapa Dante, ditemukan beberapa luka lebam oleh pihak kepolisian. Artis Tamara Tyasmara memberikan penjelasan mengapa hal itu bisa terjadi.
Mantan istri musisi Angger Dimas mengatakan, luka lebam yang muncul di tubuh Dante tidak ada kaitannya dengan dia tenggelam atau ditenggelamkan dan kemudian meninggal dunia. Luka lebam tersebut lebih karena Tamara menggigit dan mencubit tubuh Dante saat masih ada di rumah sakit.
"Pas saya sampai, Dante di IGD badannya sudah biru. Disitulah aku gigit gigitin pipinya, aku cubitin tangannya," kata Tamara di Polda Metro Jaya, Rabu (7/2).
Tujuan Tamara menggigit dan mencubit anaknya supaya ada respons dari si kecil dengan harapan dia bisa terbangun atau sadar. Namun sayangnya nyawanya sudah benar-benar sudah tiada.
Kasus kematian Dante sudah dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke tahap penyidikan oleh penyidik Polda Metro Jaya. Unsur pidana dalam kasus ini terpenuhi untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Tamara memasrahkan sepenuhnya kasus ini kepada penyidik. Dia pun berharap fakta yang sebenarnya atas kasus kematian Dante dapat terungkap.
Tamara Tyasmara sebelumnya sempat menceritakan kronologi meninggalnya sang putra, Raden Andante Khalif Pramudtyio pada Sabtu, 27 Januari 2024, yang tenggelam di kolam renang.
Awalnya, Tamara mengungkap ingin berenang bersama Dante setelah menyelesaikan pekerjaan syuting. Namun berhubung Dante terlalu atusias untuk berenang, dia pun membawanya ke tempat kolam renang umum di daerah Pondok Kelapa Jakarta Timur yang lokasinya dekat dari lokasi syuting.
Pada saat itu, Dante ditemani satu orang dewasa. Tamara Tyasmara merasa tenang karena ada orang yang mendampinginya. Selain itu, Dante juga sudah bisa berenang karena memang diikutkan les renang.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya tersebut, Tamara bergegas menuju kolam renang tempat putranya berenang. Namun tengah perjalanan, dia kaget tak kepalang tiba-tiba mendapat kabar Dante tenggelam.
Dante sempat dilarikan ke RS Islam Pondok Kopi Jakarta Timur. Sayangnya nyawanya tidak dapat diselamatkan. Dia meninggal dunia sekitar pukul 18.00 WIB, Sabtu, 27 Januari 2024.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
