JawaPos.com - Food vlogger Farida Nurhan harus berurusan dengan hukum setelah membuat food vlogger lainnya, Codeblu berang dan melaporkannya ke Polda Metro Jaya beberapa hari lalu. Codeblu melayangkan laporan tersebut merasa telah dicemarkan nama baiknya atas kelakuan wanita yang akrab disapa Omay itu dianggap menyinggung ranah pribadinya setelah ia melakukan review makanan di Warung Nyak Kopsah.
Diwawancarai oleh Melaney Ricardo di YouTube, Farida Nurhan ternyata punya alasan kenapa dia sampai menyinggung ranah pribadi Codeblu. Misalnya, saat ia menertawakan wajah Codeblu dan menyebutnya mirip dengan dukun.
"Ranah pribadi itu pancingan yang saya berikan biar orang ini menunjukkan wajahnya. Dan Alhamdulillah itu berhasil lho, dia akhirnya menunjukkan wajahnya," ujar Farida Nurhan dalam video di kanal YouTube Melaney Ricardo.
Baca Juga: Simak Profil dan Biodata Sherina Munaf, Pemain Utama Film Petualangan Sherina 2 yang Rilis Hari iniOmay menyebut, dengan Codeblu menampakkan wajahnya, hal ini akan berdampak bagus ke depannya untuk dunia
food vlogging. Setidaknya para pelaku usaha jadi tahu siapa orang di balik akun media sosial Codeblu sehingga mereka tidak lagi menduga-duga.
Farida Nurhan menyebut, jika sampai sosok asli di balik Codeblu tidak terungkap, hal itu akan berdampak kurang baik. Karena bisa jadi para pelaku usaha kuliner dan UMKM akan ketakutan ketika ada
food vlogger.
"Untuk UMKM yang punya gerobakan, yang punya warung, nanti kalau orang ini datang ke warungnya, mereka jadi tahu. 'Oh ini orangnya'. kalau gak mau di-
review ya nggak apa-apa, kalau mau di-
review ya oke," jelasnya.
Baca Juga: Janji Oliver Bias Jika Diberi Kesempatan Kembali Main Bersama PersijaKendati ada sisi positif dari omongannya sampai membuat Codeblu menampakkan wajah aslinya ke publik, Farida Nurhan mengakui apa yang dilakukannya sudah blunder.
Gara-gara menyerang Codeblu secara personal, netizen justru jadi lebih fokus dengan hal tersebut ketimbang
review makanan yang dilakukan Codeblu yang disebutnya sebagai review jelek dan diduga tidak memenuhi standar yang disepakati saat melakukan review, kini jadi terlupakan.